kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.616.000   15.000   0,58%
  • USD/IDR 18.088   5,00   0,03%
  • IDX 6.148   56,58   0,93%
  • KOMPAS100 806   9,69   1,22%
  • LQ45 615   8,17   1,35%
  • ISSI 212   1,88   0,89%
  • IDX30 346   4,71   1,38%
  • IDXHIDIV20 426   4,03   0,95%
  • IDX80 92   1,14   1,25%
  • IDXV30 116   0,74   0,64%
  • IDXQ30 111   1,46   1,34%

INA Naik Peringkat di Asia, Tata Kelola Jadi Modal Tarik Investasi Global


Kamis, 30 Juli 2026 / 11:22 WIB
INA Naik Peringkat di Asia, Tata Kelola Jadi Modal Tarik Investasi Global
ILUSTRASI. INA dan Granite Asia Jalin Kerja Sama Strategis dengan Investasi USD 1,2 Miliar untuk Transformasi D (Dok/ Indonesia Investment Authority (INA))


Reporter: Hervin Jumar | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indonesia Investment Authority (INA) semakin memperkuat reputasinya di mata investor global. Lembaga pengelola investasi negara ini menempati posisi kedua di Asia dalam Governance, Sustainability and Resilience (GSR) Scoreboard 2026 yang dirilis Global SWF.

Dalam pemeringkatan tersebut, INA mencatat skor tata kelola (governance) sebesar 92%, hanya kalah dari Temasek Holdings yang meraih skor sempurna 100%.

Peningkatan ini dinilai menjadi sinyal positif bagi upaya Indonesia menarik investasi jangka panjang, baik dari investor domestik maupun asing.

Baca Juga: Koreksi IHSG Dinilai Analis Mengungkap Krisis Tata Kelola Pasar Modal

Capaian tersebut juga menunjukkan konsistensi perbaikan tata kelola INA sejak pertama kali berdiri. Skor GSR INA meningkat signifikan dari 24% pada 2021 menjadi 52% pada 2022, kemudian naik bertahap menjadi 56% pada 2023, 60% pada 2024, 68% pada 2025, hingga mencapai 92% pada 2026.

Chief Executive Officer (CEO) INA Oki Ramadhana mengatakan, peningkatan skor tersebut menjadi modal penting untuk memperkuat kepercayaan investor di tengah kondisi ekonomi global yang penuh tantangan, mulai dari ketidakpastian ekonomi, ketegangan geopolitik, hingga perubahan arah investasi dunia.

"Mandat INA adalah bagaimana mendatangkan investasi, baik domestik maupun asing, ke Indonesia," ujar Oki dalam media briefing di Jakarta, Rabu (29/7/2026).

Menurut dia, investor global saat ini tidak hanya mempertimbangkan besarnya dana kelolaan sebuah sovereign wealth fund, tetapi juga melihat kualitas tata kelola, transparansi, disiplin investasi, serta kekuatan kelembagaan.

Baca Juga: INA Jadi Pengelola Investasi Negara Peringkat ke-2 Asia, Skor Tata Kelola Tembus 92%

Karena itu, keberhasilan INA dalam meningkatkan standar tata kelola dinilai tidak hanya berdampak pada reputasi lembaga, tetapi juga dapat memperkuat citra Indonesia sebagai tujuan investasi.

"Kalau kita sukses membawa para mitra investasi ke Indonesia, ini bukan hanya cerita INA, melainkan juga cerita Indonesia," kata Oki.

Global SWF, lembaga riset independen yang memantau sovereign wealth fund dan lembaga pengelola investasi negara di dunia, memperbarui metodologi penilaian GSR pada 2026.

Perubahan tersebut mencakup tambahan indikator baru, seperti tingkat pengembalian investasi dibandingkan benchmark dalam aspek governance, metrik ESG dan intensitas karbon dalam aspek sustainability, serta investasi maupun adopsi teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dalam aspek resilience.

Dengan metodologi baru tersebut, rata-rata skor GSR global meningkat menjadi 60%. Global SWF memperkirakan investor negara di seluruh dunia kini mengelola aset dengan nilai mencapai US$62,5 triliun.

Baca Juga: Pemerintah Optimistis PFII Berpotensi Tarik Investasi Global hingga Rp 500 Triliun

Sementara itu, sebanyak 49 investor negara di kawasan Asia mencatatkan rata-rata skor GSR sebesar 51% pada 2026, meningkat dibandingkan 36% pada 2020.

Peningkatan ini menunjukkan standar tata kelola dan keberlanjutan lembaga investasi negara di kawasan Asia terus berkembang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×