CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.604.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.627   61,00   0,35%
  • IDX 6.541   -47,96   -0,73%
  • KOMPAS100 858   -8,05   -0,93%
  • LQ45 650   -6,26   -0,95%
  • ISSI 227   -3,10   -1,35%
  • IDX30 361   -3,60   -0,99%
  • IDXHIDIV20 450   -2,93   -0,65%
  • IDX80 98   -0,98   -0,99%
  • IDXV30 125   -0,95   -0,75%
  • IDXQ30 116   -1,19   -1,02%

BI belum hitung dampak kenaikan TDL tahun tahun depan


Rabu, 22 September 2010 / 13:53 WIB


Reporter: Ruisa Khoiriyah | Editor: Uji Agung Santosa

JAKARTA. Pemerintah, Bank Indonesia, dan DPR bersepakat memakai angka inflasi sebesar 5,3% sebagi angka asumsi RAPBN 2011. Namun, angka tersebut belum mempertimbangkan kenaikan administered prices seperti rencana kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL), elpiji, dan harga pupuk.

BI mengakui asumsi inflasi 5,3% merupakan angka yang optimis. Adapun berapa perkiraan kisaran inflasi tahun 2011 begitu terjadi kenaikan administered price, BI mengaku belum melakukan hitungan pasti.

"Kemungkinan-kemungkinan kenaikan itu belum kami perhitungkan karena kami belum tahu (berapa kenaikannya), jadi kalau kami tambahkan seperti itu untuk range inflasi 5% ± 1% menjadi 5%-6% saya kira itu angka yang bagus untuk ditargetkan," ujar Deputi Gubernur BI Hartadi A. Sarwono di Jakarta, Rabu (22/9).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×