kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.629.000   26.000   1,00%
  • USD/IDR 17.938   -9,00   -0,05%
  • IDX 6.351   31,53   0,50%
  • KOMPAS100 835   3,22   0,39%
  • LQ45 634   -1,22   -0,19%
  • ISSI 220   1,96   0,90%
  • IDX30 356   -1,18   -0,33%
  • IDXHIDIV20 435   -3,83   -0,87%
  • IDX80 95   0,21   0,22%
  • IDXV30 120   -0,51   -0,42%
  • IDXQ30 113   -0,52   -0,45%

BGN Tindak Lanjuti Temuan Ombudsman Soal Beras MBG Tak Sesuai Kontrak


Kamis, 02 Oktober 2025 / 16:00 WIB
BGN Tindak Lanjuti Temuan Ombudsman Soal Beras MBG Tak Sesuai Kontrak
ILUSTRASI. Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana .


Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ombudsman RI menemukan adanya penyimpangan dalam pengadaan beras untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di salah satu dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) wilayah Cimahpar, Bogor.

Ombudsman menemukan, beras yang tertulis berkualitas premium saat dibeli, ternyata berjenis medium saat diperiksa di lapangan.

Merespon hal ini, Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana menegaskan bakal menindaklanjuti temuan tersebut.  "Itu kan temuan, nanti kita tindak lanjuti," kata Dadan dalam Konferensi Pers Penanggulangan KLB Program MBG, di Kantor Kemenkes, Kamis (2/10/2025). 

Baca Juga: BGN Tegaskan Kasus Kematian Siswa SMKN 1 Cihampelas Tak Berhubungan dengan MBG

Dadan bilang terkait dengan temuan-temuan ini merupakan bagian dari pengawasan. Menurutnya, BGN akan melakukan pemeriksaan lebih lanjit bila hal itu terbukti dilakukan oleh SPPG. 

"Itu salah satu bagian pengawasan. Jadi kalau ada yang begitu, pasti urusannya nanti dengan pemeriksaan," ujarnya. 

Sebelumnya, Ombudsman menemukan sejumlah permasalahan dalam pelaksanaan program MBG. Salah satunya, kasus di salah satu SPPG di Bogor yang menyediakan beras medium dengan kadar patah lebih dari 15%, padahal kontrak menyebut beras premium.

Selain itu, ditemukan juga distribusi sayuran busuk serta lauk yang tidak lengkap di beberapa daerah. 

Anggota Ombudsman Yeka Hendra Fatika menilai temuan ini menunjukkan masih adanya persoalan dalam tata kelola pengadaan bahan pangan. Ia menekankan pentingnya pengawasan ketat agar kualitas makanan sesuai standar yang ditetapkan.

Program MBG sendiri menjadi salah satu program prioritas pemerintah dengan tujuan meningkatkan gizi masyarakat, terutama anak sekolah.

Untuk itu, konsistensi kualitas bahan pangan menjadi faktor penting agar manfaat program dapat dirasakan secara optimal.

Baca Juga: BGN Tegaskan MBG Tetap Berjalan Meski Ada Desakan Moratorium

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×