kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.679.000   50.000   1,90%
  • USD/IDR 17.939   -8,00   -0,04%
  • IDX 6.344   -7,43   -0,12%
  • KOMPAS100 833   -2,31   -0,28%
  • LQ45 631   -3,13   -0,49%
  • ISSI 219   -0,63   -0,29%
  • IDX30 354   -1,64   -0,46%
  • IDXHIDIV20 433   -1,50   -0,35%
  • IDX80 95   -0,31   -0,33%
  • IDXV30 120   -0,41   -0,34%
  • IDXQ30 113   -0,60   -0,53%

BGN Siap Aktivasi 1.700 SPPG di Daerah Rawan Stunting


Kamis, 06 Agustus 2026 / 17:10 WIB
BGN Siap Aktivasi 1.700 SPPG di Daerah Rawan Stunting
ILUSTRASI. BGN menyiapkan aktivasi sekitar 1.700 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah dengan prevalensi stunting tinggi dan sangat tinggi (ANTARA FOTO/Andri Saputra)


Reporter: Hervin Jumar | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Badan Gizi Nasional (BGN) menyiapkan aktivasi sekitar 1.700 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berada di wilayah dengan prevalensi stunting tinggi dan sangat tinggi. 

Pengoperasian dilakukan secara bertahap sebagai bagian dari percepatan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di daerah prioritas.

Kepala BGN, Sudaryono mengatakan, 1.700 SPPG tersebut merupakan hasil pemadanan data lebih dari 13.000 titik dapur yang telah terdata pemerintah dengan peta wilayah prioritas berdasarkan data Kementerian Kesehatan.

Baca Juga: Siapkan SDM Industri Kendaraan Niaga, Hino Memperkuat Pendidikan Vokasi

"Sudah ada di data kita sekitar 13.000 lebih dapur yang ada statusnya semua. Ada yang baru titik, ada juga yang sudah selesai. Dari data ini kita overlay dengan data Kementerian Kesehatan mana yang prioritas, yang stuntingnya tinggi dan tinggi sekali," ujar Sudaryono usai rapat koordinasi di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, Kamis (6/8/2026).

Dari proses pemetaan tersebut, BGN menemukan sekitar 1.700 SPPG yang telah siap beroperasi.

"Dari data overlay tadi ada sekitar 1.700 dapur yang sudah siap, sudah jadi, tinggal operasional, yang berada di daerah dengan stunting tinggi dan tinggi sekali," katanya.

Menurut Sudaryono, BGN tidak akan mengoperasikan seluruh SPPG tersebut secara bersamaan. Aktivasi akan dilakukan bertahap, dimulai dengan sekitar 300 SPPG pada pekan depan, kemudian dilanjutkan secara berkala sesuai kesiapan di lapangan.

"Insya Allah minggu depan kita ada sekitar 300-an yang kami aktivasi. Minggu depannya lagi bertahap," ujarnya.

Ia menegaskan, angka 13.000 yang sebelumnya beredar bukan berarti seluruh dapur akan langsung dioperasikan. Sebab, data tersebut masih mencakup berbagai tingkat kesiapan, mulai dari titik yang masih dalam tahap perencanaan hingga dapur yang telah selesai dibangun dan siap beroperasi.

Baca Juga: Ekonomi RI Tumbuh 5,29%, Pemerintah Klaim Pasar Kerja dan Kesejahteraan Membaik

Sudaryono menambahkan, pemerintah memprioritaskan pengoperasian SPPG di daerah yang memiliki angka stunting tinggi dan sangat tinggi, termasuk wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) seperti Papua, Nusa Tenggara Timur (NTT), Nias, serta kepulauan di Maluku dan Maluku Utara.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya kepada pihak yang mengaku dapat membantu mempercepat proses operasional SPPG.

"Saya pastikan kalau ada orang mengaku bisa membantu, siapa pun itu, bohong. Semua kita by system dan semuanya transparan," tegas Sudaryono.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×