kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.616.000   15.000   0,58%
  • USD/IDR 18.114   31,00   0,17%
  • IDX 6.151   59,17   0,97%
  • KOMPAS100 807   10,64   1,34%
  • LQ45 616   9,09   1,50%
  • ISSI 212   1,91   0,91%
  • IDX30 347   5,51   1,61%
  • IDXHIDIV20 427   5,10   1,21%
  • IDX80 92   1,24   1,36%
  • IDXV30 116   1,01   0,88%
  • IDXQ30 111   1,74   1,60%

Berseragam Polri, Tedy Rusmawan diperiksa KPK


Selasa, 07 Mei 2013 / 10:47 WIB
ILUSTRASI. Saat ini, penyakit diabetes yang disebabkan gula darah tinggi menjadi salah satu momok di dunia kesehatan. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/foc.


Reporter: RR Putri Werdiningsih | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. Pemandangan berbeda tampak di kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pagi ini (7/5) ketika seorang pria datang mengenakan seragam polisi berpangkat melati dua lengkap dengan topinya.

Selidik punya selidik, dia adalah AKBP Tedy Rusmawan, yang dipanggil KPK untuk menjadi saksi atas kasus dugaan korupsi simulator SIM. Pria yang menjadi ketua panitia lelang itu hadir guna menjalani pemeriksaan sebagai saksi.

"Saya dipanggil untuk Budi Susanto (Direktur PT Citra Mandiri Metalindo Abasi)," jelas Tedy saat ditemui kantor KPK, Jakarta, Selasa (7/5).

Tak lama berselang dari kedatangan Tedy, muncul pula bendahara Korlantas Kompol Legimo. Namun berbeda ia hanya mengenakan kemeja batik lengan panjang. Ia pun hadir untuk menjadi saksi atas Budi.

Dalam kasus dugaan korupsi simulator SIM, KPK menetapkan empat tersangka. Mereka adalah Irjen Djoko Susilo, mantan Wakil Kepala Korps Lalu Lintas Polri Brigadir Jenderal (Pol) Didik Purnomo, pemilik PT CMMA Budi Susanto, dan Direktur PT Inovasi Teknologi Indonesia Sukotjo S Bambang.

Mereka diduga bersama-sama melakukan perbuatan melawan hukum dan penyalahgunaan wewenang untuk menguntungkan diri sendiri atau pihak lain, yang merugikan keuangan negara. Diantara para tersangka hanya Djoko Susilo yang sudah menjalani persidangan di Pengadilan Tipikor.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×