kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Walikota Makassar mengaku kenal Fathanah


Senin, 06 Mei 2013 / 18:04 WIB
ILUSTRASI. Agen pemasaran Astra Financial melayani pengunjung pameran otomotif Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2021


Reporter: RR Putri Werdiningsih | Editor: Amal Ihsan

JAKARTA. Walikota Makassar Ilham Arif Sirajuddin akhirnya memenuhi panggilan pemeriksaan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus dugaan suap kuota daging sapi impor dan pencucian uang. Pria yang menjadi saksi atas tersangka Ahmad Fathanah itu mengaku mengenal yang bersangkutan karena berasal dari daerah yang sama.

"Kenal. Kan sama-sama orang Makassar," Ilham saat ditemui di kantor KPK, Jakarta, Senin (6/5). Pria yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Demokrat Sulawesi Selatan itu juga mengungkapkan dirinya pernah mendapat dukungan dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) saat mengikuti pilkada pada Januari lalu.

Ilham mengatakan kedatangannya ke KPK ini untuk mengklarifikasi keterlibatannya dalam kasus dugaan korupsi kuota sapi impor. Menurutnya tak ada aliran dana dari kasus yang menjerat mantan petinggi PKS Luthfi Hasan Ishaq kepadanya. "Gak ada (aliran dana)," tegasnya.

Setelah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus sapi impor, Luthfi dan Fathanah kemudian kembali dijerat dalam kasus pencucian uang. Mereka disangkakan telah melakukan upaya pencucian uang atau menyembunyikan atau menyamarkan harta yang dimilikinya. KPK sendiri kini telah menyita beberapa mobil dari tangan keduanya dan beberapa kerabatnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×