kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.000   153,00   0,86%
  • IDX 5.941   -254,36   -4,11%
  • KOMPAS100 785   -38,94   -4,72%
  • LQ45 589   -30,28   -4,89%
  • ISSI 206   -8,52   -3,97%
  • IDX30 334   -15,73   -4,50%
  • IDXHIDIV20 412   -15,89   -3,71%
  • IDX80 89   -4,83   -5,16%
  • IDXV30 113   -4,09   -3,48%
  • IDXQ30 108   -4,46   -3,97%

Beras & cabe rawit jadi penyebab terbesar inflasi


Selasa, 01 April 2014 / 15:09 WIB
ILUSTRASI. 5 Herbal Terbaik untuk Merawat dan Mengurangi Peradangan Kulit Akibat Eksim.


Reporter: Margareta Engge Kharismawati | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi pada bulan Maret 2014 sebesar 0,08%. Kenaikan harga beras dan cabe rawit menjadi penyumbang terbesar inflasi.

Kepala BPS Suryamin mengatakan beras dan cabe rawit masing-masing memberikan andil 0,05%. Untuk beras, terjadi perubahan harga terhadap Februari 2014 sebesar 1,54%.

Musim penghujan yang terjadi di sepanjang Februari hingga Maret menyebabkan proses pengeringan padi tidak berjalan. Akibatnya pasokan beras ke pasar jadi berkurang. "Terjadi kenaikan harga beras di 50 kota IHK," ujar Suryamin dalam konferensi persnya di Jakarta, Selasa (1/4).

Untuk cabe rawit sendiri mengalami perubahan harga yang lumayan drastis yaitu mencapai 16,45%. Hal ini diakibatkan kurangnya hasil panen cabe rawit di sentra-sentra produksi akibat erupsi Gunung Kelud dan hujan.

Enam puluh satu kota mengalami kenaikan harga cabe rawit. Tertinggi terjadi di Probolinggo, Sumenep dan Merauke di mana kenaikannya mencapai 72%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×