kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   11.000   0,41%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Bensin naik Rp 1,500, APBN hemat Rp 40 triliun


Kamis, 11 April 2013 / 19:50 WIB
ILUSTRASI. Contoh interior rumah bergaya Mediterania.


Reporter: Noverius Laoli | Editor: Amal Ihsan

JAKARTA. Menjelang rapat penentuan kebijakan subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM), wacana menaikkan harga BBM atau mengendalikan konsumsi BBM semakin ramai. Pelaksana Tugas Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Bambang P.S. Brodjonegoro termasuk yang berpandangan, pemerintah seharusnya menaikkan harga harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi.

Ia menyatakan, opsi pengendalian konsumsi BBM kurang efektif menekan biaya subsidi BBM yang diperkirakan bisa menembus angka di atas Rp 300 triliun pada akhir tahun ini. "Apabila harga BBM saat ini dinaikkan saja sebesar Rp 1.500 per liter, maka anggaran subsidi BBM di APBN bisa dihemat Rp 35 hingga Rp 40 triliun," ujar Bambang di Istana Wakil Presiden, Kamis (11/4).

Perhitungan Bambang tersebut, didasarkan pada asumsi jika pemerintah akan menaikkan harga BBM sebesar Rp 1.500 atau dari Rp 4.500 menjadi Rp 6.000 per liter mulai Mei nanti sampai akhir 2013. Soal dampak kenaikan, jika pemerintah menaikkan harga BBM secara bertahap maka kompensasinya kecil dan bahkan tidak perlu diberikan kompensasi.

"Kajian itu telah disampaikan kepada pemerintah dan yang berhak memutuskan adalah presiden," katanya. Presiden beserta para menteri dan timnya, rencananya bakal memutuskan kebijakan subsidi BBM akhir pekan ini di Istana Cipanas.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×