kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.673.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.892   34,00   0,19%
  • IDX 6.101   -15,36   -0,25%
  • KOMPAS100 796   1,04   0,13%
  • LQ45 598   -0,77   -0,13%
  • ISSI 212   -1,29   -0,61%
  • IDX30 338   -0,72   -0,21%
  • IDXHIDIV20 413   -2,81   -0,68%
  • IDX80 90   0,11   0,12%
  • IDXV30 111   -0,72   -0,65%
  • IDXQ30 108   -0,25   -0,23%

Bendahara Umum Golkar penuhi panggilan KPK


Selasa, 07 Januari 2014 / 09:29 WIB
ILUSTRASI. Promo Alfamart Periode 1-15 Agustus 2022.


Reporter: Adinda Ade Mustami | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. Bendahara Umum Partai Golkar Setya Novanto akhirnya memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hari ini, Selasa (7/1). Setya datang menjalani pemeriksaan sebagai saksi terkait kasus dugaan suap penanganan perkara Pilkada di Mahkamah Konstitusi (MK) yang menjerat Akil Mochtar.

"Jadi saksi (Akil Mochtar)," kata Setya kepada wartawan setibanya di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (7/1) Setya tiba di Gedung KPK sekitar pukul 08.15 WIB. Setya nampak mengenakan batik berwarna kuning dan dikawal sejumlah ajudan.

Namun demikian, Setya enggan berkomentar lebih jauh mengenai pemeriksaan kali ini. Ini kedua kalinya Setya Novanto dipanggil KPK terkait kasus suap Akil. Sebelumnya, KPK telah menjadwalkan pemeriksaan terhadap Setya pada 31 Desember 2013 lalu. Namun Setya tidak bisa memenuhi panggilan tersebut lantaran sedang berada di luar negeri.

Terkait kasus ini, Akil yang juga merupakan mantan politisi Golkar itu diduga menerima suap terkait penanganan perkara Pilkada di Kabupaten Lebak, Banten dan Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah.

Adapun dalam kasus Pilkada Lebak, KPK turut menjerat Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah yang juga diketahui sebagai Ketua Bidang Perempuan Golkar dan Ketua Kesatuan Perempuan Golkar, adik Atut Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan, dan seorang pengacara Susi Tur Andayani. KPK juga menyita uang sebesar Rp 1 miliar.

Sedangkan dalam kasus Pilkada Gunung Mas, KPK menjerat anggota DPR asal fraksi Golkar Chairun Nisa, Bupati Gunung Mas Hambit Bintih, dan pengusaha Cornelis Nalau. KPK juga turut menyita uang sebesar Rp 3 miliar terkait kasus ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×