kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.677.000   2.000   0,07%
  • USD/IDR 17.821   -21,00   -0,12%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Kembalinya Kepercayaan Investor Bergantung Hasil Pelaksanaan Program Pemerintah


Senin, 17 Agustus 2026 / 11:52 WIB
Kembalinya Kepercayaan Investor Bergantung Hasil Pelaksanaan Program Pemerintah
ILUSTRASI. Presiden Prabowo Subianto menyampaikan nota keuangan dan RAPBN 2027 (ANTARA FOTO/ASPRILLA DWI ADHA)


Reporter: Harris Hadinata | Editor: Harris Hadinata

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pelaku pasar menyambut positif penyampaian Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2027 oleh Presiden Prabowo Subianto, Jumat akhir pekan lalu (15/8/2026). Kendati begitu, ini belum dianggap sebagai sinyal positif jangka panjang.

Pemerintah mengumumkan menargetkan pendapatan sebesar Rp 3.426 triliun di 2027, lebih tinggi sekitar 8,6% dibandingkan APBN 2026. Sementara belanja dalam rancangan anggaran 2027dipatok sebesar Rp 4.097 triliun, atau naik 6,6% dibanding posisi 2026.

Rancangan anggaran ini mencerminkan defisit sebesar Rp 671 triliun, atau setara sekitar 2,4% dari produk domestik bruto (PDB). Target pertumbuhan ekonomi untuk tahun depan ditetapkan mencapai 6%, inflasi ditetapkan 2,5% dan kurs rupiah dipatok Rp 17.500 per dolar Amerika Serikat (AS).

Usai pengumuman ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terlihat menguat di perdagangan Jumat (15/8/2026). IHSG ditutup naik 1,59% jadi 6.401,89. Sementara kurs spot rupiah naik tipis 0,09% menjadi Rp 17.811 per dolar AS dari penutupan hari sebelumnya.

Baca Juga: Semarak HUT ke-81 RI, Masyarakat Antusias Ikuti Upacara di Istana Merdeka

Tim analis Macquarie Capital menyoroti agenda transformasi yang disampaikan Presiden Prabowo. Agenda tersebut mencakup sektor kesehatan, transisi energi, reformasi pasar komoditas, dan elektrifikasi kendaraan roda dua.

“Hal ini memperkuat tujuan pemerintah untuk memanfaatkan kebijakan fiskal dan Danantara sebagai penggerak investasi yang berjalan beriringan, dengan potensi dampak jangka menengah bagi sektor kesehatan, infrastruktur, energi terbarukan, kendaraan listrik (EV), dan sektor-sektor yang terkait dengan BUMN,” tulis Ari Jahja, Head of Indonesia Research Macquarie Capital, dalam risetnya, Senin (17/8/2026).

Sektor kesehatan dan sumber daya alam menjadi salah satu prioritas utama transformasi. Pemerintah antara lain akan melakukan renovasi atas 10.000 puskesmas, membangun atau merevitalisasi 441 rumahsakit umum daerah (RSUD) juga melakukan renovasi sekolah.

Selain itu, pemerintah akan membentuk Bursa Komoditas Indonesia, melakukan optimalisasi aset BUMN, mengembangkan pembangkit listrik tenaga surya berkapasitas 100 GW, Pusat Finansial Internasional Indonesia, serta melakukan elektrifikasi kendaraan roda dua.

Baca Juga: Investor dan Kesultanan Bakal Ramaikan HUT RI ke-81 di IKN

“Menariknya, program makan gratis maupun koperasi desa tidak disebutkan dalam rencana ini,” imbuh Ari.

Kendati demikian, Ari menilai masih perlu melihat lebih lanjut pelaksanaan program-program tersebut untuk melihat reaksi pasar. “Kemajuan dalam pelaksanaan program akan menjadi faktor krusial untuk meningkatkan kepercayaan investor,” sebut Ari.

Karena itu, saat ini Macquarie Capital menyarankan investor untuk tetap selektif, meskipun valuasi sudah terlihat menarik. “Pemulihan yang berkelanjutan akan bergantung pada keyakinan terhadap pelaksanaan kebijakan, kredibilitas fiskal, dan hasil tinjauan MSCI,” tegas Ari.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×