kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Belanja modal K/L seret, ini alasan Sri Mulyani


Rabu, 30 November 2016 / 12:01 WIB
Belanja modal K/L seret, ini alasan Sri Mulyani


Reporter: Adinda Ade Mustami, Asep Munazat Zatnika | Editor: Adi Wikanto

JAKARTA. Janji pemerintah untuk memperbaiki pola penyerapan anggaran belanja modal mulai tahun ini belum bisa terealisasi. Buktinya, hingga bulan Oktober, realisasi belanja modal pemerintah masih sangat minim.

Tercatat, hingga akhir Oktober lalu, realisasinya baru mencapai 43,1% atau sebesar Rp 98 triliun. Realisasi itu sedikit lebih tinggi dari tahun lalu yang mencapai 35,9%, namun dengan nilai yang hampir sama yaitu Rp 98,9 triliun. Bahkan dari sisi nominal, realisasi tahun ini lebih rendah.

Direktur Jenderal Anggaran Askolani mengaku, upaya pemerintah untuk mempercepat penyerapan anggaran belum maksimal. Meski demikian, berbagai upaya sudah dilakukan, diantaranya dengan mempermudah proses pencairan anggaran dengan melakukan lelang proyek di tahun lalu.

Askolani berjanji, tahun 2017, upaya penyerapan anggaran akan semakin membaik. "Kita lihat ada progres, tetapi perlu diperbaiki," katanya, Selasa (29/11).

Hanya saja, Askolani tidak bisa menjelaskan lebih rinci upaya konkret yang akan dilakukan pada tahun depan. Yang jelas, pihaknya akan mendorong masing-masing Kementerian/Lembaga (K/L) untuk sesegera mungkin merealisasikan anggarannya.

Sebagai catatan, dari kuartal  pertama hingga kuartal ketiga, realisasi belanja modal memang tidak meningkat signifikan. Pada triwulan pertama saja, realisasi belanja modal hanya sebesar Rp 8 triliun atau 3,9% dari target.

Sementara pada triwulan kedua, realisasinya tercatat sebesar Rp 44,4 triliun. Kemudian mulai meningkat di triwulan ketiga.

Menteri Keuangan Sri Mulyani menyinggung, masih ada beberapa kendala yang terjadi di lapangan, sehingga membuat K/L sulit merealisasikan anggaran. Misalnya, masalah mengenai prosedur pencairan yang masih berbelit.

Hal itu menyulitkan setiap pejabat di K/L untuk membelanjakan dengan cepat. Masalah lainnya, adalah pelambatan ekonomi, dan pemangkasan anggaran. Hal ini perlu mendapatkan perhatian, supaya di tahun-tahun mendatang tidak terjadi lagi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×