Reporter: Siti Masitoh | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indikasi konsumen mulai menahan belanja kian terlihat. Survei Penjualan Eceran Bank Indonesia (BI) mencatat Indeks Penjualan Riil (IPR) pada Desember 2025 tumbuh 4,4% secara tahunan, melambat dibandingkan November yang mencapai 6,3%.
Perlambatan terjadi di hampir seluruh kelompok barang. Penjualan suku cadang dan aksesori hanya tumbuh 12,4%, turun dari 17,7% pada bulan sebelumnya.
Kelompok makanan, minuman, dan tembakau juga melambat menjadi 6,9% dari 8,5%.
Baca Juga: Fenomena “Rojali” Kian Marak: Daya Beli Melemah, Kelas Atas Mulai Tahan Belanja
Sementara itu, penjualan peralatan informasi dan komunikasi mengalami kontraksi lebih dalam, yakni turun 31,2%, dibandingkan penurunan 27,4% pada November.
Kepala Ekonom Bank Permata, Josua Pardede, menilai melemahnya pertumbuhan IPR mencerminkan perubahan pola waktu belanja konsumen.
Menurutnya, sebagian pengeluaran terkait Natal dan tahun baru sudah dimajukan ke November, sehingga Desember mencatat pertumbuhan yang lebih rendah.
Ke depan, Josua memperkirakan kinerja penjualan eceran akan bergerak menuju pola normal setelah puncak akhir tahun.
Hal ini tercermin dari indeks ekspektasi penjualan tiga bulan ke depan yang turun ke level 143,2. Meski demikian, prospek enam bulan ke depan dinilai membaik dengan indeks meningkat ke 145,0.
Baca Juga: Ekonom: Konsumen Kian Pesimis soal Lapangan Kerja dan Mulai Menahan Belanja
Ia menambahkan, daya beli riil rumah tangga masih menghadapi tantangan.
Sejumlah konsumen cenderung menambah tabungan sebagai antisipasi potensi tekanan harga jangka pendek, yang berisiko menggeser belanja ke kebutuhan pokok di tengah pemulihan ekonomi yang belum merata antarwilayah.
Selanjutnya: Rupiah Stabil di Rp16.823 per Dolar – Update 13 Jan 2026 08:30 WIB
Menarik Dibaca: Rekomendasi HP Murah: Poco X6 Paling Gahar, Skor AnTuTu Tembus 665 Ribu
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













