kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45989,59   -6,37   -0.64%
  • EMAS998.000 -0,60%
  • RD.SAHAM -0.07%
  • RD.CAMPURAN 0.04%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.07%

Begini Progres Pembangunan IKN Nusantara


Kamis, 29 September 2022 / 18:49 WIB
Begini Progres Pembangunan IKN Nusantara
ILUSTRASI. Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara Bambang Susantono (tengah), Komut Telkom Bambang Brodjonegoro (kiri), dan Dirut Telkom Ririek Adriansyah (kanan) meresmikan NeuCentrIX Sepaku, data center mendukung pengembangan ekosistem digital di kawasan IKN.


Reporter: Ratih Waseso | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Pembangunan ibukota negara (IKN) Nusantara terus dikebut menjelang 2024. Percepatan pengerjaan infrastruktur fisik mengingat tahun 2024 Presiden Joko Widodo ingin mengadakan upacara bendera 17 Agustus di IKN Nusantara.

Kepala Badan Otorita Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, Bambang Susantono mengatakan, dari perkembangan infrastruktur fisik yang sedang dilakukan di lapangan saat ini adalah pembangunan rumah bagi pekerja, land clearing, land consolidation dan finalisasi Bendungan Sepaku Semoi.

"Kalau Anda ke lapangan Anda melihat konstruksi tahap awal ada land clearing, land consolidation dan finalisasi Bendungan Sepaku Semoi, dan intake air baku di sungai-sungai Sembakung yang akan menyuplai sebagian besar air di IKN," kata Bambang dalam UOB Economic Outlook 2023, Kamis (29/9).

Hal lainnya yang ada di lapangan saat ini adalah pembangunan rumah pekerja. Bambang menyebut diperkirakan jumlah pekerja untuk pembangunan tahap awal infrastruktur IKN Nusantara mencapai lebih dari 100.000 orang.

Baca Juga: Semen Indonesia (SMGR) Genjot Penjualan di Proyek IKN

Selanjutnya progres pembangunan IKN Nusantara ialah pembangunan jalur-jalur logistik. Jalur logistik menjadi penting dalam transportasi material pembangunan untuk tahun depan.

Adapun mengenai skema anggaran pembangunan IKN Nusantara. Ia menyampaikan pembangunan ibukota negara Nusantara hingga 2024 akan bertumpu pada APBN. Namun diharapkan hingga tahun 2025 pembiayaan dari non APBN akan mengambil porsi utama yakni 85%.

Pembiayaan dari sektor swasta ini antara lain meliputi public private partnership (PPP), termasuk user payment ataupun availability payment. Dalam hal ini pemerintah dapat memberikan jaminan dukungan pembangunan sebagian maupun viability gap fund.

Selanjutnya partisipasi perusahaan seperti investasi BUMN dan sektor swasta, hingga penunjukan BUMN oleh pemerintah. Kemudian skema pembiayaan internasional yakni hibah atau pembiayaan untuk green city dan smart city melalui kerjasama bilateral atau multilateral dan lembaga internasional.

Baca Juga: Pemerintah Mulai Bangun Hunian untuk Pekerja Kontruksi di IKN pada Agustus 2022

Terakhir skema pembiayaan kreatif yakni blended financing, crowd funding, carbon trading dan filantropi.

Untuk skema pembiayaan melalui carbon trading Bambang mengatakan, memiliki potensi yang tinggi karena IKN Nusantara memiliki 65% dari total area 256.000 hektar yang dapat difungsikan sebagai carbon sink.

"Sehingga pada tahun 2045 IKN Nusantara dapat mencapai situasi karbon netral," imbuhnya.

Bambang menjelaskan peluang investasi di IKN Nusantara. Beberapa sektor yang diminati investor diantaranya adalah kesehatan, pendidikan dan bangunan-bangunan komersial termasuk juga bangunan-bangunan untuk hunian.

"Alhamdulillah jumlah investor yang berminat untuk investasi di IKN Nusantara tahap awal ini cukup banyak," kata Bambang.

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU

[X]
×