kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.917.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.789   -61,00   -0,36%
  • IDX 8.975   24,32   0,27%
  • KOMPAS100 1.244   9,59   0,78%
  • LQ45 882   8,84   1,01%
  • ISSI 330   0,91   0,28%
  • IDX30 451   1,60   0,36%
  • IDXHIDIV20 533   1,62   0,31%
  • IDX80 138   1,09   0,79%
  • IDXV30 147   -0,35   -0,24%
  • IDXQ30 145   0,87   0,61%

Beban Negara Bertambah: Defisit Rp 1,6 Triliun Bayangi Tol Serang-Panimbang


Senin, 26 Januari 2026 / 15:52 WIB
Beban Negara Bertambah: Defisit Rp 1,6 Triliun Bayangi Tol Serang-Panimbang
ILUSTRASI. Progres pembangunan jalan Tol Serang-Panimbang seksi 2 (ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas)


Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Proyek pembangunan Jalan Tol Serang-Panimbang disorot oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Pasalnya, proyek strategis nasional ini dinilai mengalami pembengkakan biaya hingga Rp 1,6 triliun akibat proses perencanaan yang dianggap tidak matang.

Anggota Komisi V DPR RI, Sofwan Dedy Ardyanto, menyatakan bahwa molornya pembangunan tol ini disebabkan oleh variabel yang kompleks. Salah satu masalah utamanya adalah banyaknya perubahan desain di tengah jalan guna menyesuaikan temuan teknis di lapangan.

"Berarti dalam proses perencanaannya ada proses yang tidak matang," ujarnya dikutip dari siaran Youtube DPR RI, Senin (26/1/2026).

Sofwan menegaskan, akibat perencanaan yang lemah tersebut, timbul pembengkakan biaya-biaya baru. Menurutnya, proyek tol yang akan menghubungkan Serang hingga kawasan Tanjung Lesung tersebut masih mengalami defisit anggaran sebesar Rp 1,6 triliun agar bisa tuntas sepenuhnya.

Baca Juga: 9 Jalan Tol Baru Siap Beroperasi di 2026, dari Jawa hingga Sumatera

"Akibat dari proses perencanaan yang tidak matang ini menimbulkan pembengkakan biaya-biaya baru. Biaya baru ini supaya selesai masih defisit Rp 1,6 triliun," tegasnya.

Sofwan menuturkan, besarnya nilai defisit ini menjadi beban bagi pemerintah, terutama di tengah kondisi fiskal yang sedang mengalami tantangan. Dia pun mempertanyakan sumber pendanaan untuk menutup lubang defisit tersebut.

"Siapa yang harus nanggung Rp 1,6 triliun ini? Situasi kondisi keuangan negara lagi tidak baik-baik saja, Rp 1,6 triliun itu besar dalam situasi saat ini," tegas politisi dari fraksi PDI Perjuangan tersebut.

Ia pun meminta seluruh elemen terkait, mulai dari kementerian teknis hingga badan usaha jalan tol (BUJT), untuk serius dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya (tupoksi) masing-masing agar masalah ini tidak berlarut-larut.

Baca Juga: Banyak Ruas Tol Sepi, BPJT Tegaskan Diskon Tarif Bukan Solusi Efektif

Sofwan berharap ada evaluasi menyeluruh terhadap manajemen proyek ini. Menurutnya, setiap elemen harus sungguh-sungguh memastikan efisiensi anggaran agar proyek infrastruktur tidak terus-menerus membebani kas negara akibat perencanaan yang buruk sejak awal.

"Menurut saya bagaimana setiap elemen sungguh-sungguh di dalam melaksanakan tupoksinya masing-masing," tandasnya.

Untuk diketahui, tol Serang–Panimbang menghubungkan tiga Kabupaten di Provinsi Banten, yaitu Kabupaten Serang, Lebak, dan Pandeglang. Tol ini dapat mempersingkat waktu tempuh menjadi sekitar 3-4 jam dari yang sebelumnya memakan waktu 6-7 jam.

Tol Serang-Panimbang membentang sepanjang 83,67 Km dengan total biaya konstruksi mencapai lebih dari Rp 15 Triliun. Jalan tol tersebut terbagi menjadi tiga seksi. Seksi I (Serang–Rangkasbitung) sepanjang 26,5 Km, Seksi II (Rangkasbitung–Cileles) sepanjang 24,17 Km, dan Seksi III (Cileles-Panimbang) sepanjang 33 Km.

Baca Juga: Pemerintah Siapkan Lelang 19 Jalan Tol Senilai Rp 448,8 Triliun

Selanjutnya: Penjualan Mobil Hybrid Melonjak 10% pada 2025, Ini 15 Model Paling Laris di Indonesia

Menarik Dibaca: Promo Superindo Hari Ini 26-29 Januari 2026, Jambu Crystal-Bawang Merah Harga Spesial

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×