kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

BBM tak naik, inflasi akhir tahun bisa dibawah 5%


Rabu, 01 Oktober 2014 / 19:32 WIB
ILUSTRASI. PT Kimia Farma Tbk (KAEF) memastikan ketersediaan produk dan layanan kesehatan pada apoteknya tetap terjaga selama periode libur Lebaran Idulfitri 2023.


Reporter: Margareta Engge Kharismawati | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Inflasi September tercatat sebesar 0,27%. Wakil Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro menyambut positif angka inflasi tersebut.

Menurutnya, jika tidak terjadi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), inflasi hingga akhir tahun akan berada di bawah 5%. Pasalnya inflasi tahun kalender pada bulan September baru sebesar 3,71%  dengan inflasi tahun ke tahun (yoy) pada posisi 4,53%. "Kalaupun harga BBM pada bulan November naik, tidak akan buat inflasi tahunan menjadi jelek," ujar Bambang, Rabu (1/10).

Berdasarkan hitungan pemerintah, apabila terjadi kenaikan BBM Rp 1.000 per liter maka akan menambah inflasi tahunan sebesar 1,2%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×