kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.673.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.892   34,00   0,19%
  • IDX 6.101   -15,36   -0,25%
  • KOMPAS100 796   1,04   0,13%
  • LQ45 598   -0,77   -0,13%
  • ISSI 212   -1,29   -0,61%
  • IDX30 338   -0,72   -0,21%
  • IDXHIDIV20 413   -2,81   -0,68%
  • IDX80 90   0,11   0,12%
  • IDXV30 111   -0,72   -0,65%
  • IDXQ30 108   -0,25   -0,23%

BBM naik Rp 2000, defisit anggaran turun 1,32%


Kamis, 28 Agustus 2014 / 15:36 WIB
ILUSTRASI. Bank Mandiri akan melakukan pemecahan saham (stock split) perseroan dengan rasio 1:2. /pho KONTAN/Carolus Agus waluyo/


Reporter: Margareta Engge Kharismawati | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Menteri Keuangan Chatib Basri mengatakan jika pemerintah baru menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) maka akan membantu mengecilkan defisit Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2015. Defisit bisa turun jadi 1,32% dari produk domestik bruto (PDB) jika harga BBM naik Rp 2.000.

"Jika BBM naik Rp 2.000 akan ada penghematan Rp 96 triliun. Defisit bisa turun dari 2,32% ke 1,32%," ujar Chatib, Kamis (28/8).

Asal tahu, defisit anggaran RAPBN 2015 sebesar US$ 257,57 triliun atau 2,32% dari PDB . Dirinya mengakui, menaikkan harga BBM tidak bisa dilakukan pemrintahan sekarang.

Menurut Chatib, dalam transisi pemerintahan menaikkan harga BBM adalah keputusan strategis. "Saya tidak tahu isinya apa yang mereka (SBY dan Jokowi) bicarakan. Saya lihat di media pembicaraan menyangkut APBN-P 2014 dan RAPBN 2015," tandasnya.

Asal tahu saja, pemerintahan SBY sudah beri sinyal untuk tidak mengambil kebijakan menaikkan harga BBM. Pernyataan itu langsung disampaikan SBY ke Presiden terpilih Joko Widodo dalam pertemuannya, Rabu (27/8) malam.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×