kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.540.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.097   17,00   0,09%
  • IDX 5.439   51,35   0,95%
  • KOMPAS100 703   6,01   0,86%
  • LQ45 547   2,49   0,46%
  • ISSI 186   3,05   1,66%
  • IDX30 306   1,13   0,37%
  • IDXHIDIV20 403   3,67   0,92%
  • IDX80 81   0,56   0,70%
  • IDXV30 112   1,52   1,37%
  • IDXQ30 102   0,58   0,58%

SBY menolak permintaan Jokowi menaikkan harga BBM


Kamis, 28 Agustus 2014 / 12:01 WIB
ILUSTRASI. Petugas melayani warga di loket BPJS Kesehatan Jakarta Pusat, Jakarta


Sumber: Kompas.com | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menolak permintaan presiden terpilih Joko 'Jokowi' Widodo untuk menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) sebelum masa jabatannya berakhir. 

"Terus terang, tadi malam secara khusus saya minta kepada pak SBY menekan defisit APBN dengan menaikkan harga BBM," ujar Jokowi di Balaikota, Kamis (28/8). 

"Jawabannya, ya beliau menyampaikan bahwa saat ini kondisinya dianggap masih kurang tepat untuk menaikan BBM," ujar Jokowi. 

Jokowi menyayangkan langkah SBY tersebut. Menurut dia, kenaikan harga BBM baru akan dilakukan saat dirinya menjabat sebagai presiden, usai 20 Oktober 2014 mendatang. 

Namun, Jokowi tidak bisa memastikan bulan ke berapa harga BBM bakal dinaikkan. Yang pasti, Jokowi merasa anggaran subsidi BBM sangat membebani APBN 2015. Belum lagi anggaran yang disediakan untuk bayar utang luar negeri. 

Jumlah alokasi subsidi dalam RAPBN 2015 mencapai Rp 433,5 triliun. Adapun, jumlah alokasi untuk utang mencapai Rp 154 triliun. "Pasti membebankan," ujar Jokowi. (Fabian Januarius Kuwado)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×