kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |

Ekonom UGM: Premium naik jadi Rp 7.000 per liter masih dalam batas wajar

Rabu, 10 Oktober 2018 / 23:09 WIB

Ekonom UGM: Premium naik jadi Rp 7.000 per liter masih dalam batas wajar
ILUSTRASI. Pengamat Ekonomi Tony Prasetiantono



Berita Terkait

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kabar kenaikan bahan bakar minyak (BBM) jenis premium menjadi Rp 7.000 per liter santer diberitakan hari ini, Rabu (10/10). Terlebih, pengumuman itu disampaikan langsung oleh Menteri ESDM Ignasius Jonan.

Namun, buru-buru pengumuman itu dianulir. Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama Kementerian ESDM Agung Pribadi menjelaskan penundaan karena Pertamina dianggap belum siap menaikkan harga premium.


Meski kenaikan harga premium masih simpang siur, ekonom UGM Tony Prasetiantono punya pendapatnya perihal hal ini. Menurutnya, jika kebijakan ini benar berlaku, masyarakat diharapkan tidak merespons berlebihan.

"Jika tidak dinaikkan, subsidi BBM akan naik dari hampir Rp 100 triliun menjadi Rp 150 triliun. Sebenarnya ini belum apa-apa dibandingkan dengan kenaikan harga subsidi BBM dan listrik yang pernah mencapai rekor Rp 350 triliun pada tahun 2014, akibat dari harga minyak dunia yang mencapai lebih dari US$ 100 per barel," ujar Tony Prasetiantono, ekonom Bank Negara Indonesia (BNI), Rabu (10/10).

Tony juga menilai kenaikan harga BBM jenis premium menjadi Rp 7.000 per liter masih dalam batas kewajaran. Ia juga menambahkan, memang nanti kemungkinan ada risiko sosial politik, namun masih dalam batas toleransi, dan diharapkan masyarakat tidak perlu merespon secara berlebihan.

"Dari sisi timing memang sebenarnya bukan saat yang baik untuk menaikkan harga BBM jenis premium, tetapi kenaikan harga minyak dunia sudah sedemikian tinggi, jauh di atas asumsi APBN 2018. Sehingga pemerintah tidak punya pilihan lain," ujarnya.

Sekadar menambahkan, dengan adanya kenaikan harga BBM jenis premium Tony menegaskan, hal ini tidak akan berdampak besar kepada perekonomian dan inflasi Indonesia.

Malah sebaliknya, kondisi inflasi yang kini 2,88% tampaknya menjadi salah satu alasan pemerintah berani melakukan kenaikan harga BBM.

"Jadi kalau inflasi ke depannya naik pun, mungkin hanya 4% untuk keseluruhan tahun 2018," tambahnya.

Reporter: Martyasari Rizky
Editor: Yudho Winarto

BBM

Tag
TERBARU
Seleksi CPNS 2018
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0023 || diagnostic_api_kanan = 0.0757 || diagnostic_web = 0.3919

Close [X]
×