kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   20.000   0,76%
  • USD/IDR 18.088   -22,00   -0,12%
  • IDX 6.042   2,45   0,04%
  • KOMPAS100 790   1,48   0,19%
  • LQ45 600   1,02   0,17%
  • ISSI 210   -0,03   -0,02%
  • IDX30 339   0,09   0,03%
  • IDXHIDIV20 422   0,59   0,14%
  • IDX80 90   0,11   0,12%
  • IDXV30 115   -0,13   -0,11%
  • IDXQ30 109   0,09   0,08%

Basarnas kesulitan menemukan black box AirAsia


Senin, 05 Januari 2015 / 17:43 WIB
ILUSTRASI. iOS 17


Sumber: Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas) Marsekal Madya TNI FH Bambang Soelistyo mengaku bahwa tim di lapangan kesulitan mencari black box atau kotak hitam pesawat AirAsia QZ8501 yang hilang di perairan Selat Karimata. Hingga hari kesembilan pencarian, benda berwarna oranye yang umumnya berada di bagian ekor pesawat belum juga ditemukan.

"Kita sudah kerahkan, sampai detik ini belum membuahkan hasil. Ya susah dong," ujar Soelistyo di Kantor Basarnas, Jakarta, Senin (5/1).

Soelistyo mengatakan, sistem sonar belum menangkap ping yang dipantulkan dari black box yang disimpan di dalam pesawat. Menurut dia, biasanya, maksimal 30 hari black box masih dapat memantulkan sinyal.

"Tapi, barangnya di mana? Belum kita temukan," ujar dia.

Soelistyo menyatakan, kendala terbesar dalam menemukan black box hingga saat ini adalah jarak pandang dalam pencarian di bawah laut yang hanya nol meter. Keadaan tersebut diperparah dengan deras arus yang mencapai 5 knot. Bahkan, remotely operated vehicle pun tidak dapat digunakan lantaran cuaca ekstrem itu.

"Semua sudah digunakan. Hanya ROV yang belum karena arus kuat. ROV itu bisa kerja optimal kalau arus di bawah 1 knot," kata Soelistyo.

Sebelumnya, Soelistyo mengatakan bahwa untuk mendeteksi keberadaan black box, tim gabungan mengerahkan lima kapal yang memiliki sistem canggih yang diposisikan di sektor prioritas. Kelima kapal itu adalah KN Baruna Jaya I, RSS Swift dan RSS Supreme dari Singapura, kapal tunda samudera Cress Onix yang berisikan tim dari Rusia, serta KN Jala Daya yang berisikan tim Komite Nasional Keselamatan Transportasi.

Selain itu, kata Soelistyo, KN Baruna Jaya I mendapatkan tambahan alat yang dikirimkan melalui kapal Basarnas untuk memperkuat sistemnya. Ia menambahkan, tim dari Rusia juga akan memperkuat kapal Purworejo milik Basarnas dengan dua alat sistemnya. (Ambaranie Nadia Kemala Movanita)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×