kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   -18.000   -0,67%
  • USD/IDR 17.975   83,00   0,46%
  • IDX 6.128   26,71   0,44%
  • KOMPAS100 800   4,45   0,56%
  • LQ45 603   4,39   0,73%
  • ISSI 213   0,81   0,38%
  • IDX30 341   2,96   0,88%
  • IDXHIDIV20 416   3,91   0,95%
  • IDX80 91   0,42   0,46%
  • IDXV30 112   0,97   0,88%
  • IDXQ30 109   1,19   1,10%

Bappenas rilis kajian tanggul raksasa bulan ini


Kamis, 13 Oktober 2016 / 14:04 WIB


Sumber: TribunNews.com | Editor: Adi Wikanto

Jakarta. Hasil kajian National Capital Integrated Coastal Development (NCICD) atau tanggul laut raksasa akan disampakan kepada Presiden Joko Widodo akhir Oktober 2016.

"Akhir Oktober kita janji akan laporkan ke Presiden," ujar Menteri Perencanaan dan Pembangunan Nasional (PPN) atau Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro di halaman Istana Negara, Jakarta, Kamis (13/10/2016).

Bambang Brodjonegoro mengungkapkan, hingga kini kajian tanggul laut raksasa masih dilakukan secara komprehensif. Misalnya kebutuhan tanggul laut tersebut dan luas tanggul yang dibutuhkan.

"Apakah cukup di sepanjang pantai atau di laut, itu sekarang jadi pertimbangan kita," ucap Bambang Brodjonegoro.

Terkait penurunan permukaan tanah di Jakarta, Bambang Brodjonegoro mengatakan hal tersebut pun menjadi pertimbangan. "Makanya diperlukan tanggul supaya Jakarta tidak makin tenggelam," katanya.

Dikatakan Bambang Brodjonegoro, penurunan permukaan tanah di Jakarta tidak hanya dilihat dari sisi lautnya saja yang dibereskan.

Namun, dari hulunya khususnya ketersediaan air baku harus diperhitungkan. "Makanya kita akan memberikan rekomendasi bagaimana supaya air baku itu lebih banyak tersedia di Jakarta," kata Bambang Brodjonegoro.

(Imanuel Nicolas Manafe)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×