kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.680.000   -30.000   -1,11%
  • USD/IDR 17.882   6,00   0,03%
  • IDX 6.374   105,97   1,69%
  • KOMPAS100 836   13,50   1,64%
  • LQ45 634   8,05   1,29%
  • ISSI 220   3,58   1,65%
  • IDX30 354   2,96   0,84%
  • IDXHIDIV20 429   0,94   0,22%
  • IDX80 95   1,52   1,62%
  • IDXV30 118   0,42   0,35%
  • IDXQ30 112   0,52   0,46%

Bank Riau dan Kaltim Minta Kelonggaran BMPK Untuk Proyek Listrik


Jumat, 24 Juli 2009 / 16:52 WIB


Reporter: Yohan Rubiyantoro |

JAKARTA. Pemerintah daerah Riau dan Kalimantan Timur telah mengajukan surat kepada pemerintah pusat agar daerah mereka ikut dimasukan dalam daerah prioritas pembangunan pembangkit listrik 10.000 Mw. Kedua bank daerah juga sudah menyiapkan dana Rp 3.8 triliun untuk membangun proyek itu.

Hal tersebut dijelaskan Direktur Utama PLN Fahmi Mohtar usai rapat perkembangan pembangunan pembangkit listrik 10.000 Mw di Istana Wapres, Jumat (24/7).

Hanya saja, lanjut Fahmi, bank daerah kedua provinsi itu tidak dapat mencairkan dana tersebut karena jumlah dana yang dikeluarkan melewati Batas Minimum Penyaluran Kredit (BMPK). Untuk itu mereka minta pemerintah pusat memberikan jaminan dengan memasukan dua provinsi itu dalam daerah yang menjadi prioritas percepatan pembangunan pembangkit tenaga listrik.

"Daerah itu bisa masuk dalam proyek listrik 10.00 Mw, asalkan masuk dalam Perpres 71 Tahun 2006. Pak Dirjen Listrik akan segera memproses revisi perpresnya," urai Fahmi.

Perpres 71/2006 tentang Penugasan kepada PT PLN untuk melakukan percepatan pembangunan pembangkit tenaga listrik yang menggunakan batubara.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×