kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.759.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 18.062   62,00   0,34%
  • IDX 5.734   -206,81   -3,48%
  • KOMPAS100 757   -28,35   -3,61%
  • LQ45 570   -18,92   -3,21%
  • ISSI 199   -6,89   -3,34%
  • IDX30 323   -10,54   -3,16%
  • IDXHIDIV20 402   -10,51   -2,55%
  • IDX80 86   -3,16   -3,56%
  • IDXV30 110   -3,44   -3,03%
  • IDXQ30 105   -3,15   -2,92%

Bank of China tawarkan kredit senilai Rp 20 T


Rabu, 18 Maret 2015 / 19:37 WIB
ILUSTRASI. Bank Mandiri


Reporter: Agus Triyono | Editor: Edy Can


JAKARTA. Bank of China menawarkan kredit senilai Rp 20 triliun untuk Indonesia. Penawaran ini disampaikan menjelang kunjungan Presiden Joko Widodo ke China.

Kredit ini akan dikucurkan secara bertahap. Nantinya akan dipakai untuk membantu pelaku usaha mikro di Indonesia.

Bukan itu saja. Ketua Umum Dewan Kerjasama Bisnis Indonesia China (ICBC) Alim Markus yang menjembatani penyaluran kredit tersebut mengatakan BoC juga siap membantu teknis penyaluran dan pengontrolan kredit, membantu pelaku usaha kecil mikro dalam memproduksi barang berkualitas dan sesuai dengan kebutuhan pasar China dan membantu penyalurannya.

Ali mengaku rencana pengucuran kredit itu sudah dibicarakan dengan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Sofjan Djalil. "Mumpung Pak Jokowi ke sana, kami rayu untuk menandatangani itu. Lagipula ini untuk bilateral, membantu pengembangan UKM supaya bangkit," katanya, Rabu (18/3).

Selain pengembangan UKM, China juga berminat dengan program tol laut Presiden Joko Widodo. Dedy S. Priatna, Deputi Bidang Sarana dan Prasarana Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) mengatakan, pemerintah China bahkan merayu Jokowi agar mau menggabungkan Tol Laut dengan Jalan Sutra Laut alias Maritim Silk Road mereka.

Rencananya, pembicaraan lebih lanjut mengenai rencana penyatuan Tol Laut dengan Maritime Silk Road akan dilakukan dalam kunjungan Jokowi ke China akhir Maret nanti. Ali mengatakan, penyatuan tersebut memang penting dilakukan. "Supaya semua, termasuk hubungan bilateral ke dua negara, perdagangan, bisa berjalan dengan baik," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×