kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.964.000   20.000   1,03%
  • USD/IDR 16.370   0,00   0,00%
  • IDX 7.952   15,91   0,20%
  • KOMPAS100 1.106   -0,20   -0,02%
  • LQ45 812   -1,90   -0,23%
  • ISSI 268   1,83   0,69%
  • IDX30 421   0,16   0,04%
  • IDXHIDIV20 488   0,14   0,03%
  • IDX80 122   -0,19   -0,16%
  • IDXV30 132   0,97   0,74%
  • IDXQ30 136   0,14   0,10%

Bank Indonesia Pertahankan BI Rate 6% Pada Rapat Bulan Oktober 2024


Rabu, 16 Oktober 2024 / 14:40 WIB
Bank Indonesia Pertahankan BI Rate 6% Pada Rapat Bulan Oktober 2024
ILUSTRASI. Bank Indonesia (BI) memutuskan menahan suku bunga acuan atau BI rate di level 6% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI 15-16 Oktober 2024.


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Bank Indonesia (BI) memutuskan menahan suku bunga acuan atau BI rate di level 6% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI 15-16 Oktober 2024.

Untuk diketahui, pada RDG sebelumnya, BI telah memangkas BI rate sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 6%.

Sejalan dengan itu, suku bunga deposit facility juga dipertahankan di level 5,25%, dan suku bunga lending facility dipertahankan dilevel 6,75%.

Baca Juga: Bank Indonesia Diperkirakan akan Mempertahankan Suku Bunga Acuan 6% Pada RDG Oktober

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, keputusan mempertahankan BI rate 6,% ini konsisten dengan arah kebijakan moneter untuk memastikan tetap terkendali inflasi dalam sasaran 2,5% plus minus 1% pada 2024 dan 2025.

“Serta untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” tutur Perry dalam konferensi pers, Rabu (16/10).

Perry menyebut, saat ini BI juga juga terus fokus pada stabilitas nilai tukar rupiah, sejalan dengan meningkatnya ketidakpastian pasar keuangan global.

Kedepan, BI terus mencermati ruang penurunan suku bunga kebiajkan dengan tetap memerhatikan prospek inflasi, nilai tukar rupiah, dan pertumbuhan ekonomi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] AI-Powered Scenario Analysis AYDA dan Penerapannya, Ketika Debitor Dinyatakan Pailit berdasarkan UU. Kepailitan No.37/2004

[X]
×