kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Bank Indonesia buka peluang menurunkan suku bunga tahun ini


Kamis, 23 Januari 2020 / 19:52 WIB
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo (tengah) didampingi Deputi Gubernur Senior Destry Damayanti (kiri) dan Deputi Gubernur Erwin Rijanto (kanan) memberikan keterangan pers hasil rapat dewan gubernur BI bulan Januari 2020 di Jakarta, Kamis (23/1/2020). B


Reporter: Bidara Pink | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan di level 5,00% pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI pada Januari 2020. Meski begitu, BI memastikan masih ada ruang untuk pelonggaran moneter, khususnya suku bunga acuan pada tahun ini.

"Kebijakan moneter tetap akomodatif dan ini konsisten dalam menjaga inflasi, stabilitas eksternal, neraca pembayaran yang surplus, dan mendorong pertumbuhan ekonomi," jelas Gubernur BI Perry Warjiyo pada Kamis (23/1) di Jakarta.

Baca Juga: BI tahan suku bunga acuan 5%, ini emiten properti yang sahamnya naik

Selain itu, Perry pun menegaskan bahwa stance kebijakan BI tidak hanya terbatas pada suku bunga acuan, tetapi bisa dengan injeksi likuiditas dan operasi moneter. Bahkan ada pula bauran kebijakan makroprudensial, sistem pembayaran, pendalaman pasar keuangan, dan bahkan ekonomi syariah.

Untuk mengimplementasikan kebijakan-kebijakan tersebut, BI menyebut akan mempertimbangkan dengan kondisi yang terjadi pada saat ini, baik itu dalam perekonomian global maupun domestik.

Baca Juga: BI pertahankan suku bunga acuan 5% pada Januari 2020

Hal ini ditujukan agar kebijakan yang dihasilkan memang sesuai dengan kebutuhan.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×