kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.541.000   10.000   0,40%
  • USD/IDR 18.161   8,00   0,04%
  • IDX 5.010   -86,48   -1,70%
  • KOMPAS100 645   -12,43   -1,89%
  • LQ45 510   -7,78   -1,50%
  • ISSI 167   -3,30   -1,94%
  • IDX30 287   -4,44   -1,52%
  • IDXHIDIV20 387   -4,96   -1,27%
  • IDX80 74   -1,38   -1,82%
  • IDXV30 108   -1,41   -1,29%
  • IDXQ30 96   -1,32   -1,36%

Bank Dunia sarankan Indonesia tambah belanja pemerintah, begini respons Kemenkeu


Kamis, 25 Juni 2020 / 16:42 WIB
ILUSTRASI. Logo Bank Dunia


Reporter: Rahma Anjaeni | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Dunia (World Bank) berdasarkan hasil kajian bertajuk 'Public Expenditure Review: Spending for Better Results' menyatakan, pemerintah Indonesia perlu menambah alokasi belanja negara sebesar 4,6% dari Produk Domestik Bruto (PDB) per tahun.

Jumlah tersebut adalah perkiraan indikatif tingkat belanja yang dibutuhkan untuk mencapai tingkat layanan minimum di dalam bidang kesehatan, bantuan sosial (bansos), dan infrastruktur. Besaran tingkat belanja ini, juga telah disesuaikan untuk negara-negara berpenghasilan menengah.

Baca Juga: IMF ramalkan ekonomi Indonesia tumbuh minus 0,3% di tahun 2020

Tambahan rasio belanja ini, dibutuhkan karena Bank Dunia melihat tingkat belanja publik Indonesia secara keseluruhan masih relatif rendah. Khususnya, apabila dibandingkan dengan negara-negara pasar berkembang dan negara-negara berkembang lainnya (Emerging and Developing Market Economies/EMDEs).

Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Askolani mengatakan, pembanding yang dibuat oleh Bank Dunia adalah komparasi antarnegara.

Baca Juga: Penempatan dana Rp 30 triliun, Hipmi: Angin setengah segar dari pemerintah

"Paling tidak untuk melihat posisi kita dibandingkan dengan negara lain. Namun kemudian tidak bisa disimpulkan semakin tinggi anggarannya di suatu negara, maka semakin baik," ujar Askolani kepada Kontan.co.id, Kamis (25/6).




TERBARU

[X]
×