Reporter: Adi Wikanto | Editor: Adi Wikanto
KONTAN.CO.ID - Jakarta. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meminta seluruh pemerintah daerah meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana banjir pada musim hujan 2026/2027. Pada awal musim hujan 2026/2027, sudah ada dua daerah yang dilanda bencana banjir.
Pada 2 November 2026, hujan deras di Gunung Semeru menyebabkan banjir lahar dingin dan merusak infrastruktur jalan serta jembatan. Satu wilayah di Kabupaten Lumajang terisolasi akibat terjangan banjir.
Sementara itu, hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Aceh Barat sejak Sabtu (31/10/2026) malam menyebabkan sejumlah sungai meluap dan merendam permukiman warga di beberapa kecamatan hingga Minggu (1/11)..
Oleh karena itu, Kepala BNPB menerbitkan Surat Edaran (SE) BNPB Nomor 4 Tahun 2026 tentang Langkah-Langkah Kesiapsiagaan Menghadapi Musim Hujan Tahun 2026/2027 pada 30 Oktober 2026.
Kepala BNPB Letjen Kristomei Sianturi mengatakan, surat edaran tersebut telah didistribusikan kepada seluruh gubernur, bupati, dan wali kota di Indonesia.
Ia meminta para kepala daerah mengidentifikasi serta mewaspadai potensi kerawanan banjir di wilayah masing-masing.
"Saya juga memberikan imbauan kepada seluruh gubernur, bupati, dan kepala daerah untuk mewaspadai tentang adanya kerawanan banjir di wilayah masing-masing," ujar Kristomei saat memimpin Rapat Evaluasi Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Posko Terpadu Base Ops Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (2/11/2026).
Baca Juga: Terus Menyusut, Ekonom Proyeksi Surplus Neraca Dagang US$ 18 Miliar di Akhir 2026
Penerbitan surat edaran tersebut merupakan langkah antisipasi terhadap peningkatan risiko bencana hidrometeorologi seiring datangnya musim hujan pada akhir 2026.
Melalui kebijakan tersebut, pemerintah daerah diharapkan meningkatkan kesiapan personel, peralatan penanggulangan bencana, serta kapasitas masyarakat dalam menghadapi potensi bencana.
Kristomei mengatakan, sejumlah wilayah di Indonesia bahkan sudah mengalami banjir. Karena itu, ia mengingatkan seluruh pihak untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi peralihan musim kemarau ke musim hujan.
"Kelihatan tantangannya mulai bergeser ini, habis karhutla terbitlah banjir. Nanti sama-sama kita antisipasi," katanya.
Baca Juga: Batas Penghasilan Bebas Pajak 2027 Belum Final, Ini Penjelasan Airlangga
BMKG prediksi musim hujan mulai November 2026
Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan musim hujan di Indonesia berlangsung secara bertahap mulai November 2026.
Ketua BMKG Teuku Faisal Fathani menyampaikan, sebanyak 185 zona musim atau sekitar 24,66% luas daratan Indonesia diprediksi mulai memasuki musim hujan pada November 2026.
Wilayah yang diperkirakan mengalami awal musim hujan pada periode tersebut meliputi sebagian Sumatera, Jawa, Kalimantan, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), Sulawesi, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat bagian utara, serta sebagian Papua Selatan.
"Sebagian besar wilayah Indonesia diprediksi masuk musim hujan pada periode November 2026, yaitu sebanyak 185 zona musim atau 24,66 persen luas daratan Indonesia," ujar Faisal dalam konferensi pers BMKG, Selasa (22/9/2026).
Memasuki Desember 2026, BMKG memperkirakan sebanyak 266 zona musim atau sekitar 17,31% luas daratan Indonesia akan mulai mengalami musim hujan.
Wilayah tersebut mencakup sebagian Lampung, sebagian besar Jawa, Kalimantan Selatan, Bali, NTB, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sulawesi, Maluku Utara, Maluku, serta Papua Selatan bagian selatan.
Meski demikian, BMKG memperkirakan awal musim hujan di sebagian besar wilayah Indonesia mengalami kemunduran atau datang lebih lambat dari biasanya.
Faisal menyebut, kondisi tersebut diperkirakan terjadi di 529 zona musim atau sekitar 61,08% luas daratan Indonesia.
Tonton: Setelah Diakuisisi Haji Isam, Bayan Resources Bakal Rombak Direksi dan Komisaris
Puncak musim hujan diperkirakan Desember 2026
Selain memprediksi awal musim hujan, BMKG juga memperkirakan sebagian besar wilayah Indonesia akan mengalami puncak musim hujan pada Desember 2026.
Pada periode tersebut, puncak musim hujan diproyeksikan terjadi di 155 zona musim atau sekitar 36,94% luas daratan Indonesia.
Sementara itu, pada Januari 2027, sebanyak 162 zona musim atau sekitar 25,68% luas daratan Indonesia diperkirakan memasuki periode puncak musim hujan.
Kondisi tersebut menjadi perhatian bagi pemerintah daerah untuk memperkuat langkah mitigasi bencana, terutama di wilayah yang memiliki tingkat kerawanan banjir dan bencana hidrometeorologi lainnya.
Karena itu, masyarakat juga diimbau mengikuti perkembangan informasi cuaca dari BMKG serta meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi hujan lebat, banjir, dan tanah longsor selama musim hujan 2026/2027.
Sumber: https://nasional.kompas.com/read/2026/11/02/19062091/bnpb-terbitkan-se-kesiapsiagaan-musim-hujan-kepala-daerah-diminta-waspada.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













