Reporter: Hervin Jumar | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID JAKARTA. Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) mengklaim berbagai kebijakan pertanian yang dijalankan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto mulai menunjukkan hasil.
Salah satu indikator yang disoroti ialah Nilai Tukar Petani (NTP) yang pada Mei 2026 mencapai 127,73 atau disebut menjadi level tertinggi dalam 34 tahun terakhir.
Kepala Bakom, Muhammad Qodari mengatakan, capaian tersebut merupakan dampak dari serangkaian kebijakan pemerintah, mulai dari penambahan kuota pupuk subsidi, penyederhanaan distribusi pupuk, bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan), hingga kenaikan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah.
Baca Juga: 7 Dampak Berbahaya Kolesterol LDL yang Tinggi bagi Kesehatan
"Keberpihakan pemerintah terhadap sektor pertanian ini telah membuahkan hasil dengan menguatnya ketahanan pangan nasional. Menurut data BPS, Nilai Tukar Petani pada Mei 2026 mencapai 127,73. Ini merupakan angka tertinggi dalam 34 tahun terakhir," ujar Qodari dalam keterangannya, dikutip pada Selasa (30/6/2026).
Menurut Qodari, pemerintah telah meningkatkan alokasi pupuk subsidi hingga dua kali lipat menjadi 9,5 juta ton.
Selain itu, pemerintah memangkas rantai birokrasi melalui Peraturan Presiden Nomor 6 Tahun 2025 sehingga penyaluran pupuk dilakukan langsung dari PT Pupuk Indonesia kepada gabungan kelompok tani (Gapoktan) atau koperasi sebelum diterima petani.
Lebih lanjut, kata Qodari, pemerintah memangkas harga pupuk subsidi sekitar 20% sejak Oktober 2025. Harga pupuk urea turun dari Rp2.250 menjadi Rp1.800 per kilogram, sedangkan pupuk NPK turun dari Rp2.300 menjadi Rp1.840 per kilogram.
Menurut Qodari, pemerintah kembali menyalurkan pupuk subsidi untuk sektor perikanan sebanyak 295.000 ton setelah sempat dihentikan selama empat tahun.
Baca Juga: 6 Dampak Berbahaya Kolesterol Jahat yang Tinggi bagi Kesehatan Tubuh
Di sektor mekanisasi, pemerintah mengalokasikan anggaran sekitar Rp4,19 triliun pada 2026 untuk pengadaan 38.969 unit alsintan yang meliputi traktor, rice transplanter, combine harvester, hingga drone pertanian.
Pemerintah juga menyediakan skema pembiayaan alsintan berbunga rendah melalui bank pemerintah dan bank pembangunan daerah.
Qodari menambahkan, pemerintah turut menaikkan HPP gabah yang diserap Bulog dari Rp 6.000 menjadi Rp 6.500 per kilogram tanpa rafaksi.
Kebijakan tersebut diklaim menjaga harga gabah di tingkat petani sehingga meningkatkan pendapatan mereka.
Bakom juga mengaitkan kebijakan tersebut dengan peningkatan produksi beras nasional.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi beras Indonesia sepanjang 2025 mencapai 34,69 juta ton.
Baca Juga: Pakar Feng Shui Ungkap Shio yang Paling Kurang Beruntung di Tahun Kuda Api 2026
Angka tersebut dinilai sejalan dengan estimasi Food and Agriculture Organization sebesar 35,6 juta ton dan United States Department of Agriculture sebesar 34,6 juta ton.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














