kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.508   8,00   0,05%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Bahlil Kenaikan BBM Hanya Untuk Industri dan Orang Kaya


Selasa, 05 Mei 2026 / 16:43 WIB
Bahlil Kenaikan BBM Hanya Untuk Industri dan Orang Kaya
ILUSTRASI. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia saat di Kantor Kementerian ESDM, Jaka (KONTAN/Arif Ferdianto)


Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa kenaikan bahan bakar minyak (BBM) hanya diperuntukan untuk industri dan orang-orang kaya. 

Bahlil menyebut, BBM non subsidi ini akan tetap mengikuti perkembangan harga dunia. 

"Untuk BBM yang sifatnya industri atau hanya untuk orang-orang yang mampu, itu penyesuaiannya berdasarkan harga pasar," kata Bahlil di Istana Negara, Selasa (5/5/2026). 

Baca Juga: Sempat Menuai Kritik, Purbaya Buktikan Coretax Memberi Dampak Positif ke Penerimaan

Sementara itu, Bahlil memastikan untuk BBM subsidi baik bensin, solar maupun LPG dipastikan tidak ada kenaikan. 

Hal ini juga sudah menjadi amanah langsung dari Presiden Prabowo Subianto dalam menyikapi dampak dari perang di Timur Tengah. 

Sebelumnya, PT Pertamina Patra Niaga resmi menaikkan harga sejumlah produk BBM non-subsidi mulai 4 Mei 2026. Kenaikan harga berlaku untuk tiga jenis BBM yakni Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex.

Kenaikan tertinggi terjadi pada Pertamina Dex (CN 53) yang naik Rp 4.000 dari sebelumnya Rp 23.900 per liter menjadi Rp 27.900 per liter. Sementara itu, harga Dexlite (CN 51) naik Rp 2.400 dari Rp 23.600 per liter menjadi Rp 26.000 per liter.

Adapun harga Pertamax Turbo (RON 98) naik Rp 500 dari Rp 19.400 per liter menjadi Rp 19.900 per liter.

Di sisi lain, Pertamina mempertahankan harga dua produk lainnya yakni Pertamax (RON 92) tetap Rp 12.300 per liter, serta Pertamax Green 95 (RON 95) tetap Rp 12.900 per liter.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV. Dumatubun, mengatakan penyesuaian harga BBM non-subsidi merupakan bagian dari mekanisme pasar yang mengikuti perkembangan harga global.

Baca Juga: Pemerintah Pilih Hati-Hati Naikkan Batas PTKP, Dirjen Pajak Ungkap Alasannya

Menurutnya, evaluasi harga dilakukan secara berkala berdasarkan mekanisme keekonomian dengan mempertimbangkan dinamika harga minyak mentah dunia, harga produk olahan di pasar internasional, serta fluktuasi nilai tukar rupiah.

"Produk non subsidi pada prinsipnya mengikuti harga keekonomian dan mengacu pada ketentuan dan peraturan yang berlaku. Namun sebagai BUMN yang menjalankan mandat strategis negara, Pertamina tidak hanya mempertimbangkan aspek bisnis semata, tetapi juga memperhatikan kondisi terkini di masyarakat, daya beli pelanggan golongan pengguna BBM non subsidi, serta stabilitas nasional,” ujar Roberth dalam keterangan tertulis, Senin (4/5/2026). 

Roberth menambahkan, Pertamina Patra Niaga tetap menjaga agar penyesuaian harga BBM non-subsidi dilakukan secara terukur, dengan mempertimbangkan kondisi sosial ekonomi masyarakat serta kebutuhan menjaga situasi yang kondusif.

Ia juga menegaskan bahwa harga BBM Pertamina masih tetap kompetitif dibandingkan badan usaha lain. Karena itu, tidak semua produk mengalami penyesuaian harga, sebagian masih dipertahankan agar relevan dengan kebutuhan pelanggan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×