Reporter: Diki Mardiansyah | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam kunjungan kerja ke Washington, D.C., Amerika Serikat, untuk menghadiri pertemuan bilateral dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Pertemuan tersebut diarahkan untuk memperkuat hubungan bilateral Indonesia–Amerika Serikat sekaligus menjajaki peluang kerja sama strategis lintas sektor, termasuk energi dan sumber daya mineral.
Baca Juga: THR Hakim 2026: Kenaikan Fantastis hingga 5 Kali Lipat, Cair Lebih Awal!
Keterlibatan Menteri ESDM dalam agenda tersebut bertujuan untuk mempercepat program hilirisasi, serta membuka peluang investasi dan alih teknologi untuk mendukung pengembangan industri domestik.
Bahlil menekankan sektor energi memiliki posisi strategis dalam meningkatkan daya saing industri nasional sekaligus menjaga stabilitas perekonomian. Oleh karena itu, isu energi menjadi salah satu agenda utama dalam rangkaian pertemuan bilateral tersebut.
"Diplomasi yang akan dilakukan Presiden merupakan langkah strategis untuk memperkuat posisi Indonesia di tengah dinamika global. Di sektor energi, kami akan memastikan setiap peluang kerja sama dapat mendukung ketahanan energi dan memberikan manfaat nyata bagi perekonomian nasional,” ujar Bahlil di Washington D.C., Selasa (17/2) waktu setempat dalam keterangan resmi.
Baca Juga: PNBP Kuartal I-2026 Diprediksi Turun, Harga Batubara dan CPO Jadi Faktor Utama
Dalam rangkaian agenda kunjungan, pemerintah juga melakukan komunikasi strategis terkait penguatan kerja sama di bidang energi dan sumber daya mineral. Seluruh potensi kolaborasi diarahkan untuk meningkatkan kapasitas nasional serta menopang ketahanan energi jangka panjang.
“ Kami akan mendorong kolaborasi yang berorientasi pada peningkatan investasi, transfer teknologi, dan pengembangan sumber daya manusia. Prinsipnya adalah kemitraan yang saling menguntungkan dan tetap berpijak pada kepentingan nasional,” jelas Bahlil.
Langkah tersebut sejalan dengan komitmen Indonesia untuk mencapai target Net Zero Emission (NZE) pada 2060 melalui penguatan bauran energi yang lebih beragam, efisien, dan berkelanjutan.
Pemerintah menegaskan bahwa setiap kebijakan dan kerja sama internasional di sektor energi tetap berpijak pada prinsip kedaulatan energi dan kesejahteraan masyarakat.
Sebelumnya dalam catatan Kontan, Presiden Prabowo Subianto dan Presiden AS Donald Trump dijadwalkan menandatangani Agreement on Reciprocal Trade (ART) pada 19 Februari 2026 dalam kunjungan resmi Prabowo ke AS.
Baca Juga: Ramadhan Dimulai! Ini Jadwal Pembayaran THR ASN, PPPK Juga Dapat, Cek Gaji P3K
Kesepakatan dagang timbal balik ini mencakup komitmen Indonesia untuk membeli produk energi dari AS senilai sekitar US$ 15 miliar atau setara Rp 250 triliun, dengan asumsi kurs Rp 16.700 per dolar AS. Produk energi yang akan diimpor meliputi liquefied petroleum gas (LPG), minyak mentah (crude oil), serta bahan bakar minyak (BBM).
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyebut pembelian energi menjadi salah satu pilar utama ART, yang dirancang untuk menyeimbangkan neraca perdagangan Indonesia–AS. Detail teknis kerja sama akan dimatangkan dalam rangkaian pertemuan bilateral selama kunjungan Presiden Prabowo.
Selanjutnya: Emas Menggila 2% Lebih: Apa Pemicu Lonjakan Tak Terduga Ini Sebenarnya?
Menarik Dibaca: Sinopsis Film Pavane tentang Pertemuan Takdir Mengubah Hidup Tiga Jiwa Kesepian
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Excel for Business Reporting](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_28012616011400.jpg)