kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Badan siber akan fokus proteksi ke tiga bidang


Senin, 09 Januari 2017 / 18:19 WIB


Reporter: Rizki Caturini | Editor: Rizki Caturini

JAKARTA. Pemerintah mempercepat reaslisasi pembentukan Badan Siber Nasional (BSN atau Basinas). Rencana ini sudah dibahas sejak lama dengan DPR. Keberadaan BSN bukan hanya mengurusi berita hoax, tetapi juga semua aspek di dunia maya.

Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto mengatakan, Basinas bertujuan untuk memproteksi kegiatan siber nasional tanpa melanggar hak perseorangan maupun perusahaan dalam penggunaan internet.

Jika sudah terbentuk, Basinas akan memproteksi arus lalu lintas siber terutama di bidang e-commerce, perbankan dan menyangkut persoalan jasa keuangan. "Selama ini, belum ada satu badan yang melindungi kegiatan di ketiga bidang tersebut," ujarnya, Senin (9/1). 

Pembentukan Badan Siber Nasional rencananya akan direalisasikan pada bulan ini. Selain itu, Badan Siber Nasional juga akan mengoordinasikan badan cyber deffence yang ada di Kementerian Pertahanan, cyber intelligence di Badan Intelijen Negara (BIN), dan cyber security di Kepolisian RI (Polri).

Pengamat siber dan ahli digital forensik Ruby Alamsyah berpendapat, sangat urgen Indonesia mempunyai badan cyber security terutama yang bergerak di bidang perbankan. Sangat besar kerugian terkait cyber crime oleh pelaku lokal atau negara asing," ujar Ruby, Senin (9/1).

(Kristian Erdianto)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×