kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.700.000   20.000   0,75%
  • USD/IDR 17.887   5,00   0,03%
  • IDX 6.298   -75,51   -1,18%
  • KOMPAS100 823   -12,20   -1,46%
  • LQ45 626   -7,82   -1,23%
  • ISSI 218   -2,30   -1,04%
  • IDX30 350   -4,32   -1,22%
  • IDXHIDIV20 426   -3,58   -0,83%
  • IDX80 94   -1,33   -1,40%
  • IDXV30 118   -0,80   -0,68%
  • IDXQ30 111   -1,04   -0,93%

Badan Gizi Nasional Bantah Impor Food Tray untuk Program Makan Bergizi Gratis


Kamis, 31 Juli 2025 / 20:06 WIB
Badan Gizi Nasional Bantah Impor Food Tray untuk Program Makan Bergizi Gratis
ILUSTRASI. Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana. Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, membantah bahwa pihaknya melakukan impor food tray untuk mendukung Program MBG.


Reporter: Shintia Rahma Islamiati | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, membantah bahwa pihaknya melakukan impor food tray untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang saat ini tengah digencarkan pemerintah.

“Badan Gizi Nasional tidak mengimpor food tray untuk program Makan Bergizi Gratis,” ujar Dadan kepada Kontan, Kamis (31/7).

Pernyataan ini merespons pernyataan dari Asosiasi Produsen Alat Dapur dan Makan (ASPRADAM) serta Asosiasi Produsen Wadah Makan Indonesia (APMAKI), yang sebelumnya menyebut bahwa BGN berencana mengimpor food tray guna memenuhi kebutuhan program MBG.

Sekretaris Jenderal APMAKI, Ali Chandrawan, menyayangkan rencana tersebut. Ia menegaskan bahwa para anggota asosiasi memiliki kapasitas produksi yang besar dan siap memenuhi kebutuhan nasional tanpa harus bergantung pada impor.

Baca Juga: Produsen Lokal Tolak Rencana Pemerintah Impor Food Tray untuk Program MBG

“Dari 25 perusahaan saja, kami bisa memproduksi hingga 10 juta food tray per bulan,” ujar Ali.

Ali juga mengkritisi pelonggaran aturan impor melalui Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) No. 22 Tahun 2025, yang menurutnya justru membuka keran impor secara luas dan mengancam keberlangsungan industri lokal yang masih berkembang.

Menanggapi hal itu, Dadan mengatakan bahwa asosiasi justru belum merespons permintaan yang telah diajukan BGN sejak Juni 2024 lalu.

“ASPRADAM yang lambat merespons permintaan saya di Juni 2024,” tegasnya.

Baca Juga: Food Tray Masuk Deregulasi Impor, CELIOS: Banyak Diimpor dari China

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×