kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.830   2,00   0,01%
  • IDX 8.132   99,86   1,24%
  • KOMPAS100 1.146   13,97   1,23%
  • LQ45 829   8,49   1,03%
  • ISSI 288   4,60   1,62%
  • IDX30 431   4,26   1,00%
  • IDXHIDIV20 519   5,74   1,12%
  • IDX80 128   1,62   1,28%
  • IDXV30 141   1,99   1,43%
  • IDXQ30 140   1,49   1,07%

Asosiasi pedagang pasar menyiapkan 2.600 pasar untuk percontohan digital


Kamis, 23 Januari 2020 / 14:23 WIB
Asosiasi pedagang pasar menyiapkan 2.600 pasar untuk percontohan digital
ILUSTRASI. Aktivitas penjualan sembako di sebuah pasar tradisonal kawasan, Perniagaan, Jakarta, Selasa (21/01). Asosiasi pedagang pasar menyiapkan 2.600 pasar untuk percontohan digital.


Reporter: Abdul Basith | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) menyiapkan 2.600 pasar untuk jadi percontohan digitalisasi. Pasar yang disiapkan untuk peralihan digitalisasi itu merupakan pasar anggota APPSI. Digitalisasi pasar digenjot oleh Presiden Joko Widodo sebagai bentuk penyesuaian.

"Jangan ragu untuk menggunakan aplikasi online untuk bisa menjual barang dari pedagang pasar, melayani online untuk masyarakat," ujar Ketua Umum APPSI Ferry Juliantono usai bertemu Jokowi, Kamis (23/1).

Baca Juga: Lakukan revitalisasi pasar, Kemendag dorong pembentukan pasar digital

Pasar yang siap untuk uji coba tersebut merupakan anggota dari APPSI. Sementara itu total pasar yang ada mencapai 13.000 pasar. "Jakarta sudah kita lakukan untuk digitalisasi atau cashless activity maupun collecting," terang Ferry.

Selain itu, APPSI juga mengembangkan aplikasi digital untuk pasar. Salah satunya adalah Digipas yang saat ini masih dikembangkan. Sebelumnya APPSI juga pernah bekerja sama dengan aplikasi Pasarku. Aplikasi itu digunakan untuk melayani pembelian secara online.

Baca Juga: Perbankan bidik pertumbuhan pendapatan dari trade finance

Ferry mengaku terdapat kesulitan bagi pedagang pasar dalam peralihan menuju digital tersebut. Namun, perlu edukasi untuk mengatasi masalah kultural dalam digitalisasi pasar. "Harus kita lakukan untuk pedagang ini masuk ke ranah yang lebih modern," jelas Ferry.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×