kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Asia Paper Mills bayar utang dibawah nilai tagihan


Senin, 22 Mei 2017 / 17:40 WIB
Asia Paper Mills bayar utang dibawah nilai tagihan


Reporter: Sinar Putri S.Utami | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. PT Asia Paper Mills (APM) yang saat ini dalam status penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU) akhirnya mengajukan proposal perdamaian pertama kepada para krediturnya.

Dalam proposal yang diterima KONTAN, perusahaan kertas itu memohon untuk diberi keringanan dalam pembayaran utang.

Direktur APM Andrean Leonap Wantah menjelaskan, pihaknya akan membayar utang sebesar Rp 50 miliar untuk PT Bank Mandiri (Persero) Tbk selaku kreditur separatis. Kemudian sebesar Rp 15 miliar untuk kreditur konkuren.

Pembayaran yang ditawarkan oleh APM itu jauh dibawah nilai utang. Kepada Bank Mandiri saja, utang APM nilainya mencapai Rp 370,64 miliar. Sedangkan kepada 54 kreditur konkuren total tagihannya mencapai Rp 172,44 miliar.

Sementara, untuk tagihan para eks karyawan, APM masih akan tetap membayar penuh yang merupakan tunggakan gaji dua bulan. Padahal, Andrean mengakui saat ini perusahaan sedang menjajakan kepada investor guna memenuhi pembayaran utang. "Investor yang sudah minat ada dari Eropa dan Singapura," kata Andrean, Senin (22/5).

Selain sebagai pemenuhan pembayaran utang, investor juga diharapkan dapat melanjutkan usaha perusahaan kembali. Apalagi menurut pengurus PKPU APM Syahrial Ridho bilang, peluang melanjutkan usaha APM itu masih sangat dimungkinkan.

Sebab, kondisi mesin perusahaan masih cukup baik, meski sudah tidak ada kegiatan usaha. Sekadar tahu saja, APM mengakui saat ini perusahaan dalam kesulitan keuangan. Itu disinyalir karena kondisi persaingan industri kertas khususnya kertas cokelat yang kurang baik.

Sehingga berdampak pada harga bahan bau yang cukup tinggi, sedangkan harga jual cukup rendah. Ditambah, ekonomi global akhir 2016 yang lesu semakin menekan perusahaan. Sehingga tidak bisa melaksanakan kewajiban pembayaran kepada Bank Mandiri.

"Maka dari itu kami berharap Bank Mandiri mendukung operasional perusahaan untuk dapat mempertimbangkan dan selanjutnya dapat menerima proposal perdamaian ini," kata Andrean.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×