kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.723.000   -27.000   -0,98%
  • USD/IDR 17.783   42,00   0,24%
  • IDX 6.450   44,59   0,70%
  • KOMPAS100 838   4,85   0,58%
  • LQ45 634   1,80   0,29%
  • ISSI 227   2,30   1,02%
  • IDX30 355   0,60   0,17%
  • IDXHIDIV20 433   0,50   0,11%
  • IDX80 96   0,52   0,55%
  • IDXV30 121   0,57   0,47%
  • IDXQ30 113   0,02   0,02%

Aset pailit Berkat Bumi Citra tak jelas


Kamis, 08 Maret 2018 / 21:04 WIB
ILUSTRASI. Ilustrasi Simbol Hukum dan Keadilan


Reporter: Anggar Septiadi | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA Kurator kepailitan PT Berkat Bumi Citra (BBC) (dalam pailit) Alamo D. Laiman mengatakan, pihaknya hingga saat ini hanya memegang aset berupa enam rekening tabungan BBC.

"Saat ini kita sudah mengubah spesimen 6 rekening milik BBC senilai Rp 108 juta," katanya di Pengadilan Niaga Jakarta Pusat, Kamis (8/3).

Selain rekening, sebenarnya pihak BBC mengklaim memiliki sebidang tanah yamg bernilai Rp 33 miliar. Hanya saja legalitas tanah ini tak jelas. Sebab dokumen yang dimiliki BBC hanya sebatas Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB).

"Sampai saat ini memang belum ada aset yang kita amankan, karena memang belum jelas yang mereka miliki, kecuali rekening bank," sambungnya.

Pendataan aset BBC ini sendiri dilakukan guna melunasi kewajiban BBC kepada kreditur senilai total Rp 214,954 miliar.

Nilai tersebut berasal dari 1 kreditur preferen senilai Rp 4,5 miliar, dan 141 kreditur konkuren dengan piutang Rp 210,454 miliar.

Alamo mengatakan bahwa meski saat ini, kurator belum mengamankan aset, pihaknya akan terus mencoba menggali aset-aset miliki BBC.

Salah satu yang akan jadi fokus adalah piutang yang dimiliki oleh BBC kepada beberapa pihak. "Jadi memang ini yang akan kita kejar penagihannya dibandingkan soal tanah tadi," lanjutnya.

Sekadar informasi, BBC sendiri pailit lantaran adanya permohonan pembatalan perdamaian Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) pada 8 Agustus 2017.

Pembatalan tersebut sendiri dimohonkan oleh para pembeli medium term notes (MTN) alias surat utang jangka menengah dari BBC, yang tak kunjung menerima pembayaran dari kesepakatan perdamaian.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×