kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Artis: Lawan pilpres curang!


Selasa, 08 Juli 2014 / 13:39 WIB
ILUSTRASI. Mentimun sayuran yang bisa melunturkan lemak perut dengan cepat.


Sumber: TribunNews.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Indikasi kecurangan dan kisruh yang terjadi di Victoria Park, Hong Kong, mendorong sejumlah artis seperti Nia Dinata, Abdee Negara, Olga Lidia, Indra Bekti, Yayang mendatangi Komisi Pemilihan Umum di Kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (8-7-2014).

"Organisasi artis yang diberi nama 'Suara Masyarakat Indonesia untuk Pilpres Jujur' ini mengimbau kepada pemerintah lebih menindak tegas kecurangan karena telah tidak mengakomodir hak warga Indonesia. Jangan sampai kejadian April saat pileg terulang kembali," ungkap Yayang.

Sementara Olga mengatakan bahwa tugas KPU dan Bawaslu seharusnya lebih tegas dan netral karena pesta demokrasi ini adalah tujuan utamanya untuk menghasilkan pemilu yang bersih dan penuh kejujuran. KPU atau Bawaslu perlu bertindak dan memberi perhatian lebih, karena kali ini merupakan pilpres paling meriah.

"Yang ditakuti banyaknya indikasi kecurangan. Makanya kita dan teman-teman artis semalam membentuk organisasi untuk mewakali seluruh masyarakat Indonesia," jelas Olga.

"Kami juga membacakan surat untuk Presiden. Tujuan surat ini untuk menggagas serta mengingatkan tugas-tugas masing-masing petinggi negeri. Karena melihat banyaknya potensi unsur money politic," tambahnya. Terlihat para artis menyorakkan kata "Lawan pilpres curang" dan "Salam demokrasi" berkali-kali. (Reynas Abdila)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×