kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.535   35,00   0,20%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Penangkapan pegawai DKP karena batas laut tak jelas


Senin, 16 Agustus 2010 / 14:59 WIB


Reporter: Lamgiat Siringoringo | Editor: Edy Can

JAKARTA. Penangkapan tiga petugas Departemen Kelautan dan Perikanan Kepulauan Riau oleh Polisi Diraja Malaysia merupakan buntut dari tidak adanya kesepakatan batas laut kedua negara tersebut. Akibatnya, petugas perairan kedua negara mempunyai versi batas laut wilayah masing-masing yang mengakibatkan sering bermasalah.

"Jadi ada versi Indonesia dan Malaysia," ujar Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa di DPR, Senin (16/8). Dia mengatakan, sampai saat ini Pemerintah Indonesia masih menunggu kemauan dari Malaysia untuk mau duduk bersama membahas batas wilayah.

Marty mengatakan, sejauh ini Malaysia belum mau membuat perjanjian karena masih harus menunggu posisi perundingan antara negaranya dengan Singapura. "Indonesia siap setiap saat. Hari ini juga siap," ujar Marty.

Sebelumnya, tiga petugas DKP bernama Asriandi (40), Erwan (37), dan Seivo Grewo Wewengkang (26) ditangkap polisi perairan Malaysia, Jumat lalu. Ketiganya dikabarkan ditangkap karena mengamankan tujuh nelayan Malaysia yang dianggap petugas DKP telah memasuki perairan Indonesia tanpa izin.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×