kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Apapun hasil reshuffle, PAN tetap dukung keputusan presiden


Selasa, 11 Oktober 2011 / 13:56 WIB
ILUSTRASI. Petugas membersihkan area ruang utama berlatar layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/wsj.


Reporter: Eka Saputra | Editor: Edy Can

JAKARTA. Apapun hasil reshuffle kabinet mendatang, Partai Amanat Nasional (PAN) tetap mendukung pemerintahan sekarang ini. PAN beralasan, pemerintah saat ini merupakan pilihan rakyat.

Ketua Fraksi PAN Tjatur Sapto Edy beralasan pemerintah sekarang harus didukung karena telah memperoleh mandat dari rakyat. "Jangalah bicara soal pergantian posisi dan lainnya. Kami berkomitmen bahwa pemerintah ini harus diselamatkan karena bagaimanapun inilah pilihan rakyat," katanya, Selasa (11/10).

Tjatur berharap, reshuffle kabinet bisa meningkatkan kinerja pemerintahan yang ada. Namun, dia enggan membahas kinerja menteri mana saja yang perlu digenjot.

Terkait perombakan kabinet ini, PAN menyerahkan kepada presiden selaku pemegang hak prerogratif. "Kita harus meneruskan demokrasi yang diberikan mandat oleh rakyat,” tegasnya.

Dia membantah telah terjadi perbedaan pendapat di dalam Sekretariat Gabungan Koalisi Partai Pendukung Pemerintah terkait reshuffle kabinet mendatang. "Tidak ada itu, istilah perahu yang goyang karena bocor di tengah jalan. Saya senyum-senyum sajalah melihat situasi sekarang. Entah itu soal PKS (Partai Keadilan Sejahtera) atau yang lainnya,” pungkasnya.

Seperti diketahui, SBY akan merombak susunan kabinet. Rencana ini membuat partai pendukung pemerintah gonjang-ganjing. Ada yang khawatir kadernya ditarik atau jatahnya berkurang dalam susunan kabinet yang akan datang. Sebelumnya, sempat santer terdengar, jumlah kader PKS di kabinet akan dipangkas.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×