CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.604.000   4.000   0,15%
  • USD/IDR 17.627   61,00   0,35%
  • IDX 6.541   -47,96   -0,73%
  • KOMPAS100 858   -8,05   -0,93%
  • LQ45 650   -6,26   -0,95%
  • ISSI 227   -3,10   -1,35%
  • IDX30 361   -3,60   -0,99%
  • IDXHIDIV20 450   -2,93   -0,65%
  • IDX80 98   -0,98   -0,99%
  • IDXV30 125   -0,95   -0,75%
  • IDXQ30 116   -1,19   -1,02%

Apa agenda Golkar di balik pencawapresan JK


Minggu, 20 April 2014 / 15:21 WIB
ILUSTRASI. Rekomendasi makanan di Solo yang cocok untuk Anda, mulai dari Selat Solo hingga TFP Kopi Warung


Sumber: TribunNews.com | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Wacana Jusuf Kalla sebagai Cawapres Joko Widodo (Jokowi) ditengarai oleh karena adanya dukungan Partai Golkar untuk bertahan di level kekuasaan.

Partai Golkar dinilai tidak bisa menghilangkan karakternya sebagai partai yang penguasa.

"Saya kira ini karena Partai Golkar yang memang menginginkan  kembali di kekuasaan, ini memang karakter dari Partai Golkar," kata Nur Iman Subono, pengajar Ilmu Politik Universitas Indonesia (UI) di Jakarta, Minggu (20/4).

Seperti diketahui beredar adanya pesimisme dari kalangan Partai Golkar untuk mengusung Aburizal Bakrie sebagai presiden. Karena Partai Golkar memang sudah memproyeksikan kecilnya suara yang akan diusung oleh Ical.

"Golkar tidak terbiasa berkoalisi, jadi bagaimanapun mereka memang mau duduk di pemerintahan, jadi saya kira isu JK sebagai Cawapres Jokowi memang untuk hal tersebut," katanya.

Seperti diketahui, belakangan beredar wacana bahwa JK akan menjadi cawapres dari Jokowi. Sebelum JK, bahkan Akbar Tandjung sempat mengutarakan niatnya untuk mencalonkan diri menjadi cawapres. Padahal Aburizal Bakrie, merupakan capres tunggal dari Partai Golkar. (Arif Wicaksono)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×