kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Ical diminta tanggungjawab perolehan suara Golkar


Minggu, 20 April 2014 / 15:16 WIB
ILUSTRASI. Kedelai bisa membantu menurunkan berat badan.


Sumber: TribunNews.com | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie atau akrab disapa Ical, dituding sebagai orang yang bertanggung jawab atas hasil suara Golkar di pemilu legislatif (pileg) 2014 yang tidak mencapai target.

Menurut politisi senior Partai Golkar, Zainal Bintang, Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Golkar bertujuan untuk mengevaluasi hasil pileg dan kinerja Ketua Umum. Ia menegaskan perolehan suara Golkar yang tidak mencapai target harus dijawab oleh Ical.

"Suara Golkar yang tidak mencapai target menimbulkan pertanyaan yang harus dijawab elite Golkar lewat Rapimnas. Keinginan ini muncul dari kader yang ingin Golkar tetap berjaya," ujar Zainal di Resto Horapa Seafood and Thai Kitchen, Minggu (20/4).

"Konsekuensinya adalah mengevaluasi kinerja Ketua Umum. Sebagai Ketua Umum partai, mestinya beri tanggungjawab moril pada kader. Bahwa partai tidak memenuhi target, mari evaluasi. Itu bukan muncul bukan dari Ical, tapi muncul dari kader yang takut partai akan stagnan," lanjutnya.

Zainal menambahkan, adanya perbedaan pandangan tersebut merupakan sebuah proses demokrasi yang wajar. Namun menurutnya masyarakat menganggapnya sebagai konflik internal Golkar.

"Ini merupakan proses demokrasi yang wajar. Tetapi yang terangkat di publik, ada konflik internal pencapresan Ical," tandasnya. (Danang Setiaji Prabowo)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×