kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.580.000   10.000   0,39%
  • USD/IDR 17.886   -25,00   -0,14%
  • IDX 6.147   -46,20   -0,75%
  • KOMPAS100 792   -4,39   -0,55%
  • LQ45 606   -2,44   -0,40%
  • ISSI 215   -2,60   -1,20%
  • IDX30 336   -1,40   -0,42%
  • IDXHIDIV20 430   -1,07   -0,25%
  • IDX80 90   -0,46   -0,51%
  • IDXV30 117   -0,72   -0,61%
  • IDXQ30 110   -0,12   -0,11%

Antisipasi defisit, Presiden Jokowi minta direksi BPJS Kesehatan perbaiki sistem


Rabu, 19 September 2018 / 13:07 WIB
ILUSTRASI. Petugas Melayani Nasabah BPJS Kesehatan


Reporter: Sinar Putri S.Utami | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden Joko Widodo memerintahkan Direksi Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan untuk memperbaiki sistem verifikasi keuangan agar lebih baik.

Hal itu berkaitan dengan defisit yang masih terjadi di tubuh BPJS Kesehatan. Apalagi, BPJS Kesehatan ini jangkauannya dari pusat, kabupaten, kota, provinsi di Indonesia.

"Ini bukan tugas yang mudah, bagaimana mengontrol, memonitor klaim dari rumah sakit, bukan sesuatu yang gampang," jelas Presiden di Istana Negara, Rabu (19/9).

Presiden bercerita, ia juga sempat mengalami di kota. "Dulu kita ada kartu sehat, di lingkup provinsi dulu di Jakarta kita ada Kartu Jakarta Sehat. Itu ngontrol verifikasi setiap rumah sakit tidak mudah. Ini seluruh negara," tambah Presiden.

"Artinya perbaikan sistem harus terus dilakukan," lanjut dia. 

Catatan saja, defisit BPJS Kesehatan diperkirakan bisa mencapai Rp 11 triliun hingga akhir tahun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×