kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45903,33   4,58   0.51%
  • EMAS1.313.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Antisipasi banjir, KLHK dorong rehabilitasi hutan dan lahan


Senin, 13 Januari 2020 / 14:32 WIB
Antisipasi banjir, KLHK dorong rehabilitasi hutan dan lahan
ILUSTRASI. Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar mengikuti raker dengan Komisi IV DPR di kompleks parlemen, Jakarta, Selasa (19/7/2019).


Reporter: Vendi Yhulia Susanto | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mendorong rehabilitasi hutan dan lahan untuk mengantisipasi banjir.

Menteri LHK Siti Nurbaya mengimbau unit pelaksana tugas (UPT) daerah aliran sungai (DAS) setiap daerah lakukan rehabilitasi hutan dan lahan. Sebab itu, pihaknya mengundang UPT di seluruh Indonesia agar rehabilitasi lingkungan dapat segera dilakukan.

Baca Juga: Dua anak usaha Austindo Nusantara (ANJT) raih Proper Hijau di 2019

Siti menginstruksikan kepada UPT DAS agar segera melakukan program rehabilitasi. Antara lain dengan penyiapan bibit dan penanaman. "Presiden menugaskan ke saya untuk kita kerja keras melakukan pemulihan (lingkungan)," kata Siti, Senin (13/1).

Siti menyebutkan, pemerintah berkomitmen untuk pemulihan lingkungan. Hal ini terlihat dari meningkatnya luasan wilayah yang ditujukan untuk pemulihan tersebut.

Jika sebelum tahun 2019, pemulihan lingkungan hanya dilakukan terhadap 23.000 sampai 25.000 hektar lahan per tahun. Maka mulai tahun 2019, luasan lahan yang direhabilitasi meningkat. Yakni sekitar 207.000 hektar lahan per tahun.

Baca Juga: Geo Dipa sabet dua penghargaan PROPER dari KLHK

Lebih lanjut, Siti mengatakan, instrumen lain untuk meningkatkan luasan wilayah hutan dan lahan yang direhabilitasi dengan mengintensifkan penerapan PP nomor 78 tahun 2010 tentang reklamasi pasca tambang. "Kalau kekuatan ini bisa dihimpun maka bisa lebih dari 430.000 hektar yang bisa ditanami setiap tahun," ujar dia.

Namun demikian, Siti menilai luasan lahan itu masih belum cukup jika untuk menurunkan suhu hingga 1,5 derajat. "Maka sebetulnya kebutuhan penanamannya dalam rangka pemulihannya itu sampe 800.000 hektar," ungkap dia.

Baca Juga: Jokowi desak evaluasi sistem pengendalian banjir di Jabodetabek

Siti juga mengingatkan, agar UPT DAS mengantisipasi agar tidak terjadi banjir karena musim penghujan masih akan berlangsung hingga Maret mendatang. "Saya meminta secara khusus juga mereka mengantisipasi situasi sampe Maret," ucap dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×