kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45700,06   2,33   0.33%
  • EMAS938.000 -0,85%
  • RD.SAHAM 0.36%
  • RD.CAMPURAN 0.15%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.14%

Jokowi desak evaluasi sistem pengendalian banjir di Jabodetabek


Rabu, 08 Januari 2020 / 18:20 WIB
Jokowi desak evaluasi sistem pengendalian banjir di Jabodetabek
Presiden Joko Widodo melakukan rapat dengan sejumlah Kepala Daerah membahas penanganan banjir di Istana Merdeka, Rabu (8/1). (KONTAN/Abdul Basith)

Reporter: Abdul Basith | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden Joko Widodo meminta evaluasi sistem pengendalian bencana alam terutama banjir. Evaluasi total harus dilakukan dari hulu hingga hilir di Jabodetabek. Sehingga nantinya terdapat strategi besar yang dapat menangani banjir baik untuk jangka pendek, menengah, hingga jangka panjang.

"Masterplan ini sudah ada, tapi implementasi perlu lebih detail lagi," ujar Jokowi saat rapat dengan sejumlah kepala daerah di Istana Merdeka, Rabu (8/1).

Baca Juga: Antisipasi banjir datang lagi, Jokowi minta Anies normalisasi sungai di Jakarta

Beberapa hal perlu dilakukan agar meminimalisir bencana kembali terjadi. Antara lain adalah dengan rehabilitasi hutan dan lahan serta reboisasi. Jokowi minta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) segera menyiapkan bibit. Penyiapan bibit akan dilakukan pada Januari hingga Februari 2020.

"Tidak hanya pohon keras, tapi kita lihat pentingnya tanaman pencegah longsor dan bisa hambat banjir bandang," terang Jokowi.

Penanaman akan dilakukan di tempat yang menjadi lokasi terparah dalam banjir dan longsor. Antara lain kawasan Bogor dan Lebak.

Baca Juga: Banjir melanda Jakarta, begini respon Grab dan Gojek

Rapat itu Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan Gubernur Banten Wahidin Halim. Selain itu turut hadir Walikota Bekasi Rahmat Effendi, Bupati Bogor Ade Munawaroh Yasin, dan Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya.

Selain itu terlihat juga Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo. Serta sejumlah menteri antara lain Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri LHK Siti Nurbaya, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung.




TERBARU

Close [X]
×