kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.606.000   -27.000   -1,03%
  • USD/IDR 17.940   -67,00   -0,37%
  • IDX 6.176   67,33   1,10%
  • KOMPAS100 814   12,72   1,59%
  • LQ45 622   13,33   2,19%
  • ISSI 212   0,39   0,18%
  • IDX30 351   8,04   2,34%
  • IDXHIDIV20 438   9,47   2,21%
  • IDX80 93   1,54   1,68%
  • IDXV30 117   0,44   0,38%
  • IDXQ30 113   2,94   2,65%

Anggaran perlindungan sosial dalam program PEN sudah terealisasi 28,63%


Selasa, 16 Juni 2020 / 14:58 WIB
ILUSTRASI. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati saat melakukan konferensi pers daring, Selasa (16/6).


Penulis: Venny Suryanto | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah telah menjalankan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) guna merespon dampak pelemahan ekonomi yang berlanjut akibat pandemo corona (Covid-19). Salah satunya program perlindungan sosial.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, anggaran untuk program perlindungan sosial menvapai Rp 203,90 triliun.

Baca Juga: Sri Mulyani: Saya berdoa tidak terjadi second wave corona

Dari jumlah itu, hingga saat ini sudah mengucur sekitar 28,63% dari keseluruhan alokasi belanja di bidang bantuan sosial. Menkeu bilang, kinerja bansos yang sudah cukup optimal anara lain sembako, program keluarga harapan (PKH) serta bantuan sosial tunai.

“Tentu masih ada kekurangan mengenai target inclusion dan exclusion error yang perlu terus diperbaiki,” kata Sri Mulyani dalam live conference, Selasa (16/6).

Sementara realisasi kartu prakerja dan bantuan langsung tunai (BLT) dana desa masih rendah dan perlu akselerasi.

Baca Juga: Sri Mulyani: Ekonomi Indonesia kontraksi 3,1% di kuartal II-2020

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×