kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Anggaran perlindungan sosial dalam program PEN sudah terealisasi 28,63%


Selasa, 16 Juni 2020 / 14:58 WIB
Anggaran perlindungan sosial dalam program PEN sudah terealisasi 28,63%
ILUSTRASI. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati saat melakukan konferensi pers daring, Selasa (16/6).


Reporter: Venny Suryanto | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah telah menjalankan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) guna merespon dampak pelemahan ekonomi yang berlanjut akibat pandemo corona (Covid-19). Salah satunya program perlindungan sosial.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, anggaran untuk program perlindungan sosial menvapai Rp 203,90 triliun.

Baca Juga: Sri Mulyani: Saya berdoa tidak terjadi second wave corona

Dari jumlah itu, hingga saat ini sudah mengucur sekitar 28,63% dari keseluruhan alokasi belanja di bidang bantuan sosial. Menkeu bilang, kinerja bansos yang sudah cukup optimal anara lain sembako, program keluarga harapan (PKH) serta bantuan sosial tunai.

“Tentu masih ada kekurangan mengenai target inclusion dan exclusion error yang perlu terus diperbaiki,” kata Sri Mulyani dalam live conference, Selasa (16/6).

Sementara realisasi kartu prakerja dan bantuan langsung tunai (BLT) dana desa masih rendah dan perlu akselerasi.

Baca Juga: Sri Mulyani: Ekonomi Indonesia kontraksi 3,1% di kuartal II-2020

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×