kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.000   153,00   0,86%
  • IDX 5.914   -281,38   -4,54%
  • KOMPAS100 783   -41,23   -5,00%
  • LQ45 590   -29,77   -4,81%
  • ISSI 205   -9,46   -4,41%
  • IDX30 334   -15,33   -4,38%
  • IDXHIDIV20 413   -15,06   -3,52%
  • IDX80 89   -4,94   -5,27%
  • IDXV30 113   -4,40   -3,74%
  • IDXQ30 108   -4,14   -3,69%

Anggaran Ditjen Perkebunan dipangkas Rp 200 M


Kamis, 28 Mei 2015 / 13:03 WIB
ILUSTRASI. Kunyit bahan alami yang efektif membersihkan paru-paru.


Reporter: Mona Tobing | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Kementerian Pertanian (Kemtan) mengurangi anggaran dari Direktorat Jenderal (Ditjen) Perkebunan untuk tahun 2015 ini. Sebagai gantinya, anggaran dialokasikan untuk dua Ditjen lain yakni Ditjen Hortikultura dan Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP).

Anggaran Ditjen Perkebunan dari pagu awal Rp 4,75 triliun akan dikurangi Rp 212,82 miliar, sehingga menjadi Rp 4,54 triliun. Dana pengurang tersebut, sebesar Rp 20 miliar disalurkan ke Ditjen Hortikultura, sedangkan Rp 192,82 miliar mengalir ke Ditjen PSP.

Revisi tersebut dilakukan dengan enam pertimbangan. Pertama, perlunya percepatan penetakan sawah baru 2015. Kedua, respon daerah tidak sanggup melaksanakan beberapa kegiatan, khususnya untuk produksi tebu.

Ketiga, percepatan peningkatan produksi bawang merah. Keempat, realokasi anggaran dari kegiatan yang terkendal pelaksanaannya.

Kelima, antisipasi kegiatan pengadaan barang atau jasa dan belanja modal yang kemungkinan baru teralisasi di akhir tahun anggaran. Terakhir, pentingnya merespon kebutuhan prioritas daerah.

Andi Amran Sulaiman, Menteri Pertanian menjelaskan, pihaknya tidak bisa memaksakan daerah untuk meningkatkan produksi khususnya pada perkebunan. Misalnya untuk produksi tebu. Untuk itu, pergeseran anggaran ini dialokasikan kepada komoditas lain yang menjadi tambahan prioritas Upaya Khusus atau Upsus. Yakni, bawang merah dan cabai.

"Namun pergeseran anggaran tidak akan mengurangi target dan recana kerja setahun dari masing-masing Ditjen," tandas Amran pada pekan ini (26/5).


 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×