kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.850.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.923   27,00   0,16%
  • IDX 7.168   -134,25   -1,84%
  • KOMPAS100 990   -23,70   -2,34%
  • LQ45 732   -14,22   -1,90%
  • ISSI 252   -5,94   -2,31%
  • IDX30 399   -7,96   -1,96%
  • IDXHIDIV20 499   -10,85   -2,13%
  • IDX80 112   -2,37   -2,08%
  • IDXV30 136   -1,80   -1,30%
  • IDXQ30 130   -2,77   -2,08%

Anggaran BKPM di 2025 Turun Jadi Rp 681,88 Miliar di 2025, Rosan Soroti Dampaknya


Kamis, 12 September 2024 / 13:45 WIB
Anggaran BKPM di 2025 Turun Jadi Rp 681,88 Miliar di 2025, Rosan Soroti Dampaknya
ILUSTRASI. Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Roeslani. Komisi VI DPR RI menyetujui alokasi anggaran tahun 2025 BKPM sebesar Rp 681,88 miliar.


Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Komisi VI DPR RI menyetujui alokasi anggaran tahun 2025 Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) sebesar Rp 681,88 miliar. Meski begitu, anggaran ini turun 44,5% dibandingkan anggaran 2024 senilai Rp 1,22 triliun.

Menteri Investasi/BKPM Rosan Roeslani mengatakan bahwa pihaknya bakal meninjau ulang dan berusaha semaksimal mungkin untuk mengejar target yang dicanangkan pemerintah.

Namun, Rosan mengungkapkan, dengan menurunnya anggaran ini dikhawatir target tahun depan tak tercapai, salah satu dampaknya ke penyerapan tenaga kerja.

“Penyerapan tenaga kerja yang bisa terdampak, sementara itu salah satu PR kita yang utama bagaimana kita menciptakan lapangan pekerjaan,” ujarnya dalam Rapat Kerja bersama Komisi VI DPR, di Jakarta, Kamis (12/9).

Baca Juga: Dapat Anggaran Tambahan Rp 15 Triliun, Kementan Targetkan Cetak Sawah 150.000 Hektar

Rosan mengungkapkan, investasi baginya adalah jembatan penciptaan lapangan kerja yang baik, berkualitas dan berkesinambungan. Maka dari itu, dengan anggaran yang turun drastis, target-target yang telah dicanangkan bisa berimbas.

“Ini tentunya menjadi tantangan tersendiri apabila anggaran kami menurun cukup signifikan sehingga bisa berdampak kepada pencapaian target ke depannya,” ungkapnya.

Dia bilang, pihaknya bakal melihat perbandingan di negara-negara ASEAN terhadap anggaran yang terbatas namun bisa memberikan peningkatan pelayanan, rencana kerja dan apa saja yang perlu diprioritaskan.

“Sehingga dampak dari penurunan ini tidak terlalu signifikan terhadap target-target yang ingin kami capai,” tandasnya.

Baca Juga: Komisi II DPR: Menurunnya Kelas Menengah Bisa Meningkatkan Kelompok Miskin

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×