kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   -20.000   -0,75%
  • USD/IDR 18.119   32,00   0,18%
  • IDX 5.956   31,97   0,54%
  • KOMPAS100 774   2,73   0,35%
  • LQ45 591   1,82   0,31%
  • ISSI 205   1,67   0,82%
  • IDX30 335   0,95   0,28%
  • IDXHIDIV20 415   1,80   0,44%
  • IDX80 88   0,40   0,46%
  • IDXV30 113   0,58   0,52%
  • IDXQ30 107   0,10   0,10%

Akumindo Ungkap Dualisme Kadin Hanya Korbankan Kesejahteraan Anggota


Senin, 16 September 2024 / 18:14 WIB
Akumindo Ungkap Dualisme Kadin Hanya Korbankan Kesejahteraan Anggota
Anindya Bakrie memberikan keterangan setelah munaslub memilih dirinya jadi Ketua Umum Kadin Indonesia, diHotel St. Regist Jakarta, Sabtu (14/9).


Reporter: Sabrina Rhamadanty | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sekretaris Jenderal (Sekjen) Asosiasi UMKM Indonesia (Akumindo) Edy Misero mengatakan polemik yang sedang terjadi dalam tubuh Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia akan mengorbankan kesejahteraan para anggotanya.

"Saling pecah, ya bentuk pelayanannya untuk meningkatkan ekonomi Indonesia bagaimana? Mereka saja tidak bisa bersatu," ungkap Edy saat dihubungi Kontan, Senin (16/09).

Menurut Edy, jika Kadin terpecah atau terdapat dualisme dalam organisasi tersebut maka tujuan Kadin untuk mengangkat kesejahteraan anggota serta masyarakat akan sulit tercapai.

Baca Juga: Kadin Indonesia Kubu Arsjad Rasjid Bakal Bawa Kasus Munaslub Ilegal ke Ranah Hukum

"Jadi artinya, jika kita mau melayani masyarakat layanilah dengan sungguh. Di internal kita mesti rukun, kalau berantem terutama sesama pengurus tingginya Kadin, apa yang bisa diharapkan?" tanyanya.

Adapun, Edy bilang dualisme ini diharapkan tidak berpengaruh pada kinerja sektor UMKM ke depannya. 

"Sebagai pelaku UMKM kami akan tetap solid tetap berjuang untuk mengatasi keadaan bisnis yang sulit seperti sekarang. Jadi fokus bagaimana UMKM bisa survive di tengah keadaan ekonomi saat ini, kita tetap harus berjuang walaupun ada kendala-kendala di lapangan," ungkapnya.

Ia menambahkan, sektor UMKM harus terus berkembang demi menjaga perputaran perekonomian di Indonesia. "Kalau UMKM-nya ambruk atau collapse maka ekonomi Indonesia juga akan ambruk," tambahnya.

Baca Juga: Soal Munaslub Sabtu (14/9), Arsjad Rasjid: Hanya Ada Satu Kadin di Indonesia

Asal tahu saja, sepanjang tahun 2023 kontribusi UMKM terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia mencapai 61% atau sekitar Rp9.580 triliun. UMKM juga menyumbang 97% dari total tenaga kerja di Indonesia, yang merupakan salah satu angka tertinggi di dunia. 

"Harapan kita adalah segera, segera (Kadin) berkonsiliasi supaya semuanya fokus untuk melayani kebutuhan masyarakat. Bagaimana bisa membuat anggotanya sejahtera? Kalau merekanya sendiri saja pada berbenturan," tutupnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Teori, Strategi & Taktik Penagihan Kredit/ Piutang Macet Secara Dini & Terintegrasi Serta Efisien & Efektif

[X]
×