kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.695   51,92   0,92%
  • KOMPAS100 735   7,36   1,01%
  • LQ45 557   3,64   0,66%
  • ISSI 198   1,89   0,96%
  • IDX30 316   1,31   0,42%
  • IDXHIDIV20 389   -0,57   -0,15%
  • IDX80 83   0,64   0,78%
  • IDXV30 106   -0,46   -0,43%
  • IDXQ30 102   0,12   0,12%

Akui MBG Masih Banyak Kekurangan, Prabowo Klaim Tutup 3.000 Dapur


Rabu, 20 Mei 2026 / 15:48 WIB
Akui MBG Masih Banyak Kekurangan, Prabowo Klaim Tutup 3.000 Dapur
ILUSTRASI. Pameran dan pembagian menu MBG gratis di Solo (ANTARA FOTO/Maulana Surya)


Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden Prabowo Subianto mengakui program Makan Bergizi Gratis (MBG) masih memiliki banyak kekurangan dalam pelaksanaannya. 

Prabowo pun mengklaim bahwa pemerintah telah menutup lebih dari 3.000 dapur MBG yang dinilai bermasalah.

“Kita mengakui bahwa dalam pengelolaan MBG masih banyak kekurangan. Kita sudah tutup lebih dari 3.000 dapur,” ujar Prabowo dalam pidato kenegaraan terkait Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) di DPR, Selasa (20/5/2026).

Baca Juga: Prabowo Klaim Indonesia Kini Lebih Dihormati di Dunia, Banyak Negara Minta Bantuan

Meski demikian, Prabowo menegaskan pemerintah akan terus melakukan pengawasan ketat terhadap pelaksanaan program tersebut. 

Ia juga mempersilakan DPR maupun pemerintah daerah ikut melakukan pengecekan langsung ke dapur MBG di lapangan.

“Saya persilakan anggota DPR, bupati di mana-mana, silakan periksa semua dapur. Kalau ada yang tidak sesuai laporkan, segera akan kita tindak,” katanya.

Prabowo menilai program MBG merupakan agenda penting negara sehingga tidak boleh dikelola secara sembarangan.

“Kita tidak akan mengizinkan masalah yang begini penting diurus secara tidak benar,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Prabowo juga mengungkapkan program MBG saat ini telah menjangkau 62,4 juta penerima setiap hari. Jumlah tersebut mencakup 6,3 juta balita, 2 juta ibu menyusui, dan 868.000 ibu hamil.

Selain itu, pemerintah juga akan memperluas penerima manfaat program MBG kepada sekitar 500.000 lansia yang hidup sendiri dan membutuhkan bantuan pangan bergizi. “Kaum miskin harus diurus oleh negara,” pungkasnya.

Baca Juga: Prabowo Klaim Indonesia Kini Lebih Dihormati di Dunia, Banyak Negara Minta Bantuan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?

Tag


TERBARU

[X]
×