kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.836.000   17.000   0,93%
  • USD/IDR 16.720   -165,00   -1,00%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Aksi Beijing mencurigakan di Laut China Selatan, Indonesia akan tingkatkan patroli


Rabu, 16 September 2020 / 05:40 WIB
Aksi Beijing mencurigakan di Laut China Selatan, Indonesia akan tingkatkan patroli
ILUSTRASI. Ilustrasi kapal patroli China.


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Kebuntuan selama seminggu terjadi 10 bulan lalu ketika sebuah kapal penjaga pantai Tiongkok dan kapal penangkap ikan China memasuki Laut Natuna utara, mendorong Indonesia untuk mengirim jet tempur dan memobilisasi nelayannya sendiri.

Penjaga pantai China sering beroperasi di samping kapal penangkap ikan yang digambarkan oleh para ahli sebagai milisi yang didukung negara.

Baca Juga: Indonesia layangkan protes setelah Coast Guard China terobos Laut Natuna Utara

"Sembilan garis putus-putus" di peta China menunjukkan klaim maritimnya yang luas, termasuk perairan di lepas pulau Natuna. Panel arbitrase internasional pada tahun 2016 membatalkan baris tersebut.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Indonesia Teuku Faizasyah menegaskan kembali bahwa Jakarta tidak mengakui garis tersebut.

Selanjutnya: AS desak Asia Tenggara putus hubungan dengan perusahaan China, kenapa?

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×