kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.700.000   20.000   0,75%
  • USD/IDR 17.890   8,00   0,04%
  • IDX 6.302   -72,08   -1,13%
  • KOMPAS100 823   -12,50   -1,50%
  • LQ45 627   -6,68   -1,05%
  • ISSI 217   -3,15   -1,43%
  • IDX30 351   -3,41   -0,96%
  • IDXHIDIV20 427   -2,06   -0,48%
  • IDX80 94   -1,35   -1,41%
  • IDXV30 117   -1,05   -0,89%
  • IDXQ30 111   -0,62   -0,56%

Aksi Beijing mencurigakan di Laut China Selatan, Indonesia akan tingkatkan patroli


Rabu, 16 September 2020 / 05:40 WIB
ILUSTRASI. Ilustrasi kapal patroli China.


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Kebuntuan selama seminggu terjadi 10 bulan lalu ketika sebuah kapal penjaga pantai Tiongkok dan kapal penangkap ikan China memasuki Laut Natuna utara, mendorong Indonesia untuk mengirim jet tempur dan memobilisasi nelayannya sendiri.

Penjaga pantai China sering beroperasi di samping kapal penangkap ikan yang digambarkan oleh para ahli sebagai milisi yang didukung negara.

Baca Juga: Indonesia layangkan protes setelah Coast Guard China terobos Laut Natuna Utara

"Sembilan garis putus-putus" di peta China menunjukkan klaim maritimnya yang luas, termasuk perairan di lepas pulau Natuna. Panel arbitrase internasional pada tahun 2016 membatalkan baris tersebut.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Indonesia Teuku Faizasyah menegaskan kembali bahwa Jakarta tidak mengakui garis tersebut.

Selanjutnya: AS desak Asia Tenggara putus hubungan dengan perusahaan China, kenapa?

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×