kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.537   37,00   0,21%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Airlangga: Industri hasil tembakau telah menopang perekonomian Indonesia


Senin, 01 April 2019 / 16:08 WIB


Reporter: Handoyo | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan, ratusan ribu para pekerja linting sigaret kretek tangan (SKT), yang banyak tersebar di Jawa Tengah dan Jawa Timur, adalah pahlawan industri di Indonesia. Mereka turut berkontribusi dalam menyumbangkan penerimaan cukai bagi negara, yang pada tahun 2018 mencapai Rp 153 triliun.

"Ibu-ibu merupakan pejuang industri. Di dalam setiap rupiah (yang disumbangkan ke negara), ada usaha, kerja keras, dan keringat ibu-ibu. Oleh karena itu, ibu-ibu adalah pahlawannya industri," kata Airlangga, akhir pekan kemarin.

Dalam dua minggu terakhir, Airlangga, yang memimpin Kementerian Perindustrian sejak Juli 2016 ini, telah menemui sekitar 8.000 pekerja linting SKT yang tersebar di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

Dalam kesempatan tersebut, Airlangga menekankan pentingnya industri hasil tembakau yang telah menopang perekonomian Indonesia. Industri ini dipandang mampu menyerap tenaga kerja yang banyak. Data Kemenperin, industri yang telah eksis selama lebih dari satu abad ini melibatkan sekitar enam juta tenaga kerja di Indonesia.

Tak hanya itu, industri rokok juga dinilai sebagai sektor yang berorientasi ekspor sehingga mampu menopang pertumbuhan ekonomi. Pada 2018 lalu, nilai ekspor rokok dan cerutu meningkat 2,98% dibanding tahun sebelumnya yang sebesar US$ 904,7 juta.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×