Reporter: Muhammad Yazid, Pamela Sarnia | Editor: Sanny Cicilia
JAKARTA. Kementerian Pertahanan menyatakan telah menjalin kontrak Airbus Defense Space proyek pengadaan satelit untuk slot orbit Geo 123 Bujur Timur. Saat ini, produsen kedirgantaraan asal Perancis tersebut menggelar konstruksi pembuatan satelit dan diproyeksikan dapat diluncurkan pada 2019.
Laksamana Muda TNI Listiyanto, Kepala Pusat Pengadaan Kementerian Pertahanan mengatakan, pelaksanaan kontrak dengan Airbus produsen satelit telah dilakukan sejak 1 Desember silam.
“Kontrak ini menjadi syarat utama untuk mempertahankan frekuensi dan slot Geo 123. Tanpa syarat itu maka slot kita bisa hilang,” kata dia ke KONTAN di kantornya, Senin (4/4).
Dia menjelaskan, penetapan Airbus tentunya lewat proses tender. Di mana, Kemhan mengundang sekitar tujuh perusahaan asing yang memiliki spesialisasi dalam pembuatan satelit, antara lain Boeing dari Amerika Serikat.
Menurut dia, proses tender pengadaan satelit ini berlangsung cepat lantaran, pemerintah membutuhkan kepastian kesiapan Indonesia dalamn sidang Operator Regular Meeting (ORM) yang digelar di Londong pada 7 Desember.
“Kami juga melakukan diskresi-diskresi sesuai dengan kewenangan dan ketentuan, misalnya jangka waktu pelaksanaan lelang yang lebih pendek,” ujar Listiyanto.
Meski demikian, Kemhan menjamin prosedur pelaksanaan lelang tetap sesuai ketentuan sebab juga telah melalui tim verifikasi dan evalusi pengadaan dalam menetapkan Airbus. Listiyanto juga menampik tudingan adanya dukungan dari para pejabat tertentu di Tanah Air dalam penetapan perusahaan asal perancis ini.
Ia menjelaskan, proses pembuatan satelit memerlukan waktu yang panjang sekitar 30 bulan, sehingga diproyeksikan baru bisa diorbitkan pada 2019 mendatang. Sayangnya, Listiyanto tidak mau membeberkan nilai anggaran negara yang disiapkan untuk pengadaan ini.
Yang jelas, kata dia, pengadaan satelit ini merupakan penugasan dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) ke Kemhan untuk pengambilalihan dari sebelumnya dipegang oleh PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN). Dengan demikian, satelit Geo 123 menjadi bagian dari alat utam sistem persenjataan (alutsista) di Kemhan.
Listiyanto menambahkan, mengingat adanya kekosongan satelit hingga 2019 mendatang, maka selain menjalin kerjasama dengan Airbus, Kemhan juga menjalin kerjasama dengan perusahaan lain untuk menyewa satelit agar di slot Geo 123.
“Jangka waktu sewanya sampai peluncur satelit baru, pelaksana operatornya kami di Kemhan,” ujar dia yang juga tidak mau memerinci kebutuhan anggaran negara untuk biaya penyewaan ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













